Category Archives: Pekerja – Majikan

Diperkosa Lagi

Pada suatu pagi telefon di bilikku berbunyi, dengan malas aku paksakan diri untuk mengangkatnya. Ternyata telefon itu dari Pak Alang, tukang kebun dan penjaga Rumah Rehat kami. Dia menyuruh aku supaya segera datang ke Rumah Rehat, katanya ada masalah yang harus dibincang di sana. Sebelum sempat aku tanya lebih lanjut hubungan telefon terputus. Hatiku mulai tidak tenang saat itu, apakah masalahnya, apakah kecurian, kebakaran atau apa. Aku juga tidak tahu nak bertanya pada siapa lagi waktu itu keranakedua orang tuaku berada di luar negara.

Aku segera bersiap untuk kesana. Tidak lupa aku ajak sama Rina, sahabatku yang sering pergi bersamaku kesana. Sesampainya di sana, kami disambut oleh Pak Alang, seorang lelaki setengah baya berumur 60-an, rambutnya sudah memutih, namun perawakannya masih sehat dan gagah. Dia adalah penduduk orang asli yang tinggal dekat Rumah Rehat ini. Sudah 4 tahun sejak ayahku membeli Rumah Rehat ini Pak Alang diupah untuk menjaganya. Kami sekeluarga percaya padanya kerana selama ini belum pernah Rumah Rehatku ada masalah.

Pak Alang mengajak kami masuk ke dalam dulu. Di ruang tamu sudah menunggu seorang lelaki lain. Pak Alang memperkenalkannya pada kami. Orang ini bernama Pak Abu, berusia 50-an, tubuhnya agak gemuk pendek, dia adalah teman Pak Alang yang juga merupakan seorang penduduk orang asli disitu. Tanpa membuang waktu lagi aku terus bertanya mengenai masalah apa sebenarnya aku disuruh datang. Pak Alang mengeluarkan sebuah bungkusan yang dalamnya berisi foto, dia mengatakan bahawa masalah inilah yang hendak dibincangkan dengan aku. Lalu aku dan Rina melihat foto yang ditunjukkan. Betapa terkejutnya kami bak disambar petir di siang hari, bagaimana tidak, ternyata foto-foto itu adalah foto erotis kami yang diabadikan ketika cuti tahun lalu, ada foto bogelku, foto bogel Rina, dan juga foto persetubuhan kami dengan boy friend masing-masing.

“Pak Alang, dapat dari mana barang ini..?” tanyaku dengan tegang. “Hhmm.. begini Cik Ana, waktu itu saya sedang membersih bilik, saya terjumpa filem negatif Cik Ana bersama Cik Rina sedang berasmara, lalu saya bawa untuk dicuci.” jawabnya sambil sedikit tertawa.

“Pak Alang sangat kurang ajar, Pak Alang digaji untuk menjaga tempat ini, bukannya mengusik barang saya..!” kataku dengan marah dan menudingnya. Aku sangat menyesal kerana lalai membiarkan negatif itu tertinggal di Rumah Rehat, bahkan aku ingat negatif itu sudah dibawa oleh boy friendku atau boy friend Rina. Wajah Rina juga ketika itu juga nampak resah dan marah.

“Wah.. wah.. jangan marah Cik, saya tidak sengaja, Cik sendiri yang lalai kan?” mereka berdua tertawa memandangi kami. “Baik, kalau begitu serahkan negatifnya, dan kamu boleh pergi dari sini.” kataku dengan marah. “OKlah Pak Alang, kami bayar berapapun asal kamu kembalikan negatifnya.” tambah Rina memohon. “Oo.. tidak, kita ini bukan peras ugut, kita cuma minta..” Pak Abu tidak meneruskan perkataannya.

“Sudahlah Pak Alang, cakap saja apa yang kamu endak..!” bentak Rina. Perasan aneh mulai menjalari tubuhku disertai peluh dingin membasahi dahiku kerana mereka mengamati tubuh kami dengan tatapan liar. Kemudian Pak Alang mendekatiku membuat degup jantungku makin kencang.

Beberapa inci di depanku tangannya bergerak mengenggam tetekku. “Hei.. kurang ajar, jangan keterlaluan ya..!” bentakku sambil menepis tangannya dan menolaknya. “Bangsat.. berani sekali kamu, tak sedar diri hah..? Dasar orang kampung..!” Rina mengherdik dengan marah dan melemparkan foto itu ke arah Pak Alang.

“Hehehe.. cuba Cik berdua bayangkan, bagaimana kalau foto-foto itu diterima orangtua,atau teman-teman di kampus Cik? Wah silap-silap Cik berdua ini boleh jadi terkenal.!” kata Pak Abu dan disusul gelak tawa Pak Abu. Aku terpegun sejenak, fikiranku kalut, kurasa Rina pun merasakan hal yang sama denganku. Nampaknya tiada pilihan lain bagi kami selain mengikuti kehendak mereka. Kalau foto-foto itu tersebar bagaimana reputasiku, keluargaku, apalagi Rina yang bekerja sebagai model sambilan, kariernya boleh hangus gara-gara masalah itu.

Pak Alang kembali mendekatiku dan meraba bahuku, sementara itu Pak Abu mendekati Rina lalu mengelilinginya, mengamati tubuh Rina. “Bagaimana Cik, apa sudah berubah fikiran..?” tanyanya sambil membelai rambutku yang separas bahu. Kufikir-fikir untuk apa lagi jual mahal, kami pun sudah bukan perawan lagi, hanya kami belum pernah bermain dengan orang-orang yang tegap dan kasar seperti mereka. Akhirnya dengan berat hati aku hanya dapat menganggukkan kepala saja.

“Ha.. ha.. ha.. akhirnya boleh juga orang kampung seperti kita merasakan gadis kampus, ada foto model lagi..!” mereka tertawa penuh keghairahan. Aku hanya dapat menyumpah didalam hati, “Bangsat, dasar tua-tua keladi..!” Pak Alang memelukku dan tangannya meramas-ramas tetekku dari luar, lidahnya bermain dengan liar di dalam mulutku. Bibirnya yang hitam lebam menggigit-gigit bibir nipisku yang lembut. Perasaan geli, jijik dan nikmat bercampur aduk dengan berahiku yang mulai timbul. Tangannya kini semakin berani menyusup ke bawah baju ketat lengan panjang yang aku pakai, terus bergerak menyusup ke dalam coliku. Degup jantungku bertambah kencang dan nafasku semakin sesak ketika kurasakan tangan kasarnya mula merayap didadaku, apalagi jari-jarinya turut mempermainkan putingku. Tanpa ku sedari lidahku mulai aktif membalas permainan lidahnya, air liur kami bercantum lalu menitis di pinggir bibir.

Nasib Rina tidak jauh beza denganku, Pak Abu mendakapnya dari belakang lalu tangannya mulai meramas tetek Rina dan tangan satunya lagi menaikkan skirt paras lututnya sambil meraba-raba peha Rina yang jinjang dan mulus. Satu-persatu kancing baju Rina dilucutkan sehingga nampaklah colinya yang berwarna merah muda, belahan dadanya, dan perutnya yang rata. Melihat tetek 36B Rina yang membusut itu Pak Abu makin bernafsu, dengan kasar coli itu ditariknya turun maka tersembul tetek Rina yang montok dengan puting kemerahan.

“Whuua.. ternyata lebih cantik dari foto” katanya. Pak Abu menghempaskan diri ke sofa, dikangkangnya lebar-lebar kedua belah kaki Rina yg berada di pangkuannya. Tangannya yang kasar mula bergerak ke kelangkangnya, jari-jari besarnya menyelinap ke dalam panties Rina. Wajah Rina menunjukkan rasa pasrah tidak berdaya menolak perlakuan seperti itu, matanya pejam dan mulutnya mengeluarkan desahan. “Eeemhh.. uuhh.. jangan Pak Abu, tolong hentikan.. eemhh..!”

Kemudian Pak Abu mengangkat tubuh Rina, mereka menghilangkan diri kedalam bilik meninggalkan kami berdua di ruang tamu. Setelah menaikkan baju dan coliku, kini tangan Pak Alang membuka zip seluar panjangku. Dia merapatkan tubuhku pada tembok.

Aku memejamkan mata berusaha menikmati perasaan itu, aku bayangkan yang sedang menikmati tubuhku ini adalah boy friendku, Farid. Si-tua bangka ini ternyata pandai membangkitkan nafsuku. Jilatan lidahnya pada putingku menyebabkan benda itu semakin mengeras. Kemudian kurasakan tangannya mulai menyelinap masuk ke dalam pantiesku, diusap-usapnya permukaan kemaluanku yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.

“Sshh.. eemhh..!” aku mulai meracau tidak keruan ketika jari-jari kasarnya memasuki vaginaku dan memainkan klitorisku, sementara itu mulutnya tidak henti-hentinya menghisap tetekku, aku mula merasai nikmat oleh permainannya. “Hehehe.. Cik mulai terangsang ya?” ejeknya dekat telingaku. Tiba-tiba dia menghentikan aktivitinya dan dengan kasar ditolaknya tubuhku hingga terjatuh di sofa. Sambil berjalan mendekat dia menanggalkan pakaiannya satu persatu. Setelah dia membuka seluar dalamnya ternampak olehku kemaluannya yang sudah menegang dari tadi. Gila, ternyata penisnya besar, lebih besar dari boy friendku punya dan dihiasi bulu-bulu yang tebal dan beruban.

Kemudian dia menanggalkan seluar dan pantiesku yang tinggal hanya baju lengan panjang dan coliku yang sudah terangkat. Dikangkangnya kedua belah pehaku di depan wajahnya. Tatapan matanya sangat mengerikan ketika melihat mahkotaku, seolah-olah seperti monster lapar yang siap untuk membaham mangsanya. Pak Alang membenamkan mukanya pada kelangkangku, dengan penuh nafsu dia melahap dan menyedut-nyedut vaginaku yang sudah basah itu, lidahnya dengan liar menjilati dinding vagina dan klitorisku. Sesekali dia mengorek-ngorek lubang kemaluan dan anusku. Perlakuannya sungguh membuat diriku serasa terbang, tubuhku menggelinjang-gelinjang diiringi erangan nikmat.

Tidak lama kemudian akhirnya kurasakan tubuhku mengejang, aku mencapai orgasme pertamaku. Cairan wanitaku membasahi mulut dan jari-jari Pak Alang. “Sluurrpp… sluurpp.. sshhrrpp..” demikian bunyinya ketika dia menghisap sisa-sisa cairan wanitaku. Disuruhnya aku membersihkan jari-jarinya yang berlumuran cairan itu dengan mengulumnya, maka dengan terpaksa kubersihkan jari-jari kasar itu dengan mulutku.

“Cipap Cik Ana sedap sekali,” puji Pak Alang sambil menyeringai. “Sekarang giliran Cik Ana menghisap batang saya pula..!” katanya sambil melepas baju dan coliku yang masih melekat. Sekarang sudah tidak ada apapun yang tinggal di tubuhku selain kalung dan cincin yang kukenakan. Dia menaikkan mukaku lalu menyuapkan batangnya padaku.Tiba-tiba telefon berbunyi memecah suasana. “Angkat telefonnya Cik, ingat saya tahu rahsia Cik, jadi jangan cakap macam-macam,” ancamnya.

Telefon itu ternyata dari Farid, boy friendku yang mengetahui aku sedang di Rumah Rehat dari pembantu di rumahku. Dengan alasan yang dibuat-buat aku menjawab pertanyaannya dan mengatakan aku di sini baik-baik saja. Ketika aku sedang bercakap mendadak kurasakan sepasang tangan mendekapiku dari belakang dan dekat telingaku kurasakan dengusan nafas. Tangan itu mulai nakal meraba tetekku dan tangan satunya lagi pelan-pelan menjalar turun menuju kemaluanku, sementara pada leherku terasa ada benda hangat dan basah, ternyata Pak Alang sedang menjilat leherku. Penisnya yang tegang saling berhimpit dengan pantatku.

Aku sebenarnya mau memberontak tapi aku takut boy friendku tahu. Aku hanya dapat menggigit bibir dan memejamkan mata, berusaha keras agar tidak mengeluarkan suara-suara aneh.Malang bagiku, Farid mengajakku berbual panjang lebar sehingga membuatku semakin menderita dengan siksaan ini. Sekarang Pak Alang menyusu dariku, tidak henti-hentinya dia mengulum, menggigit dan menghisap putingku sampai kemerahan. Akhirnya setelah 15 minit Farid menutup bualan, saat itu Pak Alang tengah menyusu sambil mengorek-ngorek kemaluanku, aku pun akhirnya dengan lega mengeluarkan erangan yang dari tadi tertahan. “Aahhh, sopanlah sikittt.! Bukankah tadi saya sedang berbual ditelefon…!” marahku sambil melepas pelukkannya.

“Ohhh.. maaf Cik, saya kan orang kampung jadi kurang tau sopan santun, eh.. itu tadi boy friend Cik ya? Senang saja, lepas merasa batang saya pasti Cik lupa boy friend Cik..!” ejeknya dan dia kembali memeluk tubuhku. Disuruhnya aku duduk di sofa dan dia berdiri di hadapanku, batangnya diarahkan ke mulutku. Penis coklat kehitaman penuh urat yang besar dan tegang. Berbeza dengan kepunyaan Farid yang sederhana dan tidak berurat. Atas perintahnya ku kocok dan ku urut batang itu, pada awalnya aku hampir muntah mencium batangnya yang agak berbau itu, namun dia menahan kepalaku hingga aku tidak dapat melepaskannya.

“Hisap, hisap yang kuat Cik, jangan cuma masukkan ke mulut..!” suruhnya sambiltolak tarik batangnya didalam mulutku. Sayup-sayup aku dapat mendengar erangan Rina dari dalam kamar yang pintunya sedikit terbuka itu. Lama kelamaan aku sudah dapat menikmatinya, tangannya yang bergerak lincah mempermainkan tetekku dan memutar-mutar putingnya membuatku semakin bersemangat mengulum dan menjilati batangnya.

“Yaaa.. begitulah Cik, aahhh..!” desahnya sambil menarik rambutku. Selama 15 minit aku menghisapnya dan dia mengakhirinya dengan menarik kepalaku.Setelah itu dibaringkannya tubuhku di sofa, dia lalu membuka lebar-lebar kedua pehaku dan berlutut di antaranya. Aku memejamkan mata sambil menanti detik ketika batangnya menerobos mahkotaku. Rupanya orang asli ini masih sabar. Dibelainya cipapku dengan tangan kasarnya, klitorisku dipicit-picit, bibir cipapku yang telah basah diusap-usap. Aku geli bercampur nikmat. Tidak habis disitu, lidahnya kemudian menjilat klitoris dan bibir vaginaku dengan rakus. Lidah kasar orang asli itu membuat aku terbuai kelazatan.

Dalam hati aku terfikir, apakah Pak Alang melakukan hal yang sama kepada isterinya.

Akhirnya Pak Alang tak tahan lagi menahan nafsunya. Diacunya kepala penisnya ke muara vaginaku. Ditekannya perlahan dan kepala penisnya meluncur masuk sampai menyentuh rahimku. Aku mengerang setiap kali dia menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku ghairah dan semakin menikmati perkosaan ini, aku tidak perduli lagi orang ini sesungguhnya adalah orang asli pembantu yang menjaga Rumah Rehatku.Sambil menyetubuhiku bibirnya tidak henti-hentinya mengerjakan bibir dan tetekku, tangannya pun sentiasa meramas tetek dan pantatku. Erangan panjang keluar dari mulutku ketika mencapai klimaks, sekujur tubuhku mengejang beberapa saat sebelum lemas semula. Peluh bercucuran membasahi tubuhku sehingga kelihatan berkilat. Tanpa memberiku kesempatan berehat dia menaikkan tubuhku ke pangkuannya. Aku hanya pasrah saja menerima perlakuannya.

Setelah batangnya memasuki cipapku, aku mulai menggerakkan tubuhku turun naik. Pak Alang menikmati goyanganku sambil menghisap tetekku yang tepat di depan wajahnya, tetekku dikulum dan digigit kecil dalam mulutnya seperti bayi sedang menyusu. Terkadang aku melakukan gerakan memutar sehingga cipapku terasa seperti diadun. Aku terus mempercepat goyanganku kerana merasa sudah hendak terkeluar, makin lama gerakanku makin liar dan eranganku pun makin tidak keruan menahan nikmat yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks sampai aku menjerit histeria sambil mempererat pelukanku. Benar-benar dahsyat nikmat yang kuperoleh walaupun bukan dengan lelaki muda dan tampan. Kali ini dia membalikkan badanku hingga menungging.

Disetubuhinya aku dari belakang, tangannya bergerak bebas meraba lekuk-lekuk tubuhku. Harus ku akui sungguh hebat lelaki asli yang berumur ini, dapat bertahan begitu lama dan membuatku orgasme berkali-kali, atau mungkin sebelumnya dia sudah minum obat kuat, tongkat ali atau jamu sejenisnya, ah.. aku tidak perduli hal itu, yang penting dia telah memberiku kenikmatan luar biasa.

Sudah lebih dari setengah jam dia mengerjakanku. Tidak lama setelah aku mencapai klimaks berikutnya, dia mulai mengeluh panjang, sodokanya makin kencang dan kedua tetekku diramasnya dengan ganas sehingga aku berteriak merasa sakit bercampur nikmat. Setelah itu dia menarik keluar batangnya dan naik ke dadaku.

Di sana dia menyepitkan batangnya di celah kedua tetekku, lalu dikocoknya sampai air maninya memancut dengan deras membasahi wajah dan dadaku. Aku sudah kehabisan tenaga, kubiarkan saja air maninya bertaburan di tubuhku, bahkan ada yang mengalir masuk ke mulutku. Sebagai ‘hidangan penutup’, Pak Alang menempelkan penisnya pada bibirku dan menyuruhku membersihkannya. Kujilati penis itu sampai bersih dan kutelan sisa-sisa maninya. Penis yang mengeras mula mengecut dan memendek.

Selepas itu dia meninggalkanku terbaring di sofa, selanjutnya aku tidak tahu apa-apa lagi kerana sudah tidak sedarkan diri. Aku terlena puas di sofa.

 

Advertisements

Mak Datin

Cerita begini…aku keje sebagai driver dengan seorang Dato’. Dato’ ni selalu sibuk dengan bussiness dia. Datin pulak selalu kena tinggal seorang kat rumah. Aku ni sebagai driver dia tak kira malam atau siang. Kalau Dato’ tak ada pergi oversea aku jadi driver Datin pulak. Jadi selalulah ikut Datin pegi window shopping. Satu hari tu Dato’ kena pergi indonesia sebab urusan pejabat. Jadi Datin suruh aku teman kan dia malam tu sebab orang gaji dia ambik cuti sedaranya sakit. Aku pun terpaksa lah ikut sebab Dato’benarkan.

Malam tu lepas makan aku pun menonton tv dengan Datin. Cerita malam tu pulak tak ada yang best. Jadi Datin cadangkan aku menonton vcd. Aku tanya cerita apa. Dia kata tengok ajelah.Datin pun pasang le vcd tu. Bila keluar gambar je aku dapat agak ceritanya. Apalagi cerita blue le. Tak sangka aku Datin ajak aku tengok filem blue. Tapi sebab nak ambil hati aku tengok gak lah. Biasa le kalau dah tengok cerita macam tu apalagi mencanak le aku punya batang. Sesekali aku perati kat Datin. Dia seperti tak selesa aje. Sah mesti pantat dia dah berair le tu. Aku buat tak tau je. Bila cerita dah separuh tetiba Datin bangun. Aku ingat dia nak datang kat aku rupanya dia masuk bilik dia. Dia cakap kat aku jangan off dulu sebab nanti dia nak tengok lagi. Aku pun terus menonton vcd tu.

Kira2 lima minit kemudian Datin keluar dari bilik. Aku lihat dia dah tukar baju. Kali ni dia pakai baju tidur yang sangat jarang sehingga boleh nampak bahagian dalam. Kenalak coli dan penties dia warna hitam. Mak oi menyirap darah aku.

Datin terus duduk kat sebelah aku. Mata aku pulak dah asyik melihat Datin saje. Mana taknya seksi. Lupa lak aku nak cerita. Datin ni umor dia adalah lebih kurang 35 ke 40 tahun. Body dia masih mengancam. Sebab tu Dato’ tak pernah cari perempuan lain. Mungkin sebab dia selalu ke kelas aerobic.

Setengah jam kemudian cerita pun abis. Aku pun bangun tutup vcd dan pasang lak siaran tv3. Masa tu ada movie. Best gak cerita nya aku rasa sebab cerita untuk tontonan i8 thn keatas sx. Lepas tu aku duduk balik kat tempat tadi. Tengah syok aku menonton tetiba aku rasa ada benda meraba kat tengkok aku. Aku biar aje. Kemudian aku rasa basah pulak, sah tengkok aku kena jilat. Aku toleh belakang tengok Datin rupanya yang buat. Ya lah lagi pun hanya aku berdua aje yang tinggal. Sapa lagi kalau bukan Datin. Aku rasa sedap pulak, jadi aku bior je lah Datin buat. Lepas tu aku rasa benda lembut melekap kat belakang badan aku. Tetek Datin rupanya. Dalam hati aku kata, tak boleh bior Datin je yang buat aku mesti bagi respon. Apa lagi aku pun pusingkan badan aku. Terus aku cium Datin. Tekejut dia dibuatnya bila tetiba je aku kasi ciuman mulut. Aku terus jilat lidah dia. Tangan aku mula meraba tubuh Datin keseluruhannya.

Aku tanggal kan satu persatu baju dia dan juga baju dalam. Aku jilat tetek dia hisap sampai merah. Lepas tu aku turun lak kat pantat dia. Datin mengerang uhhhhhhhh …..argggggggg…uhhhh dia mengeliat tak tentu hala dibuat oleh aku. Dah puas aku jilat aku rodok batang aku yang keras tu kat mulut Datin. Mula tu dia macam geli je. Lepas aku paksa masuk jugak dia mula rasa sedap agaknya. Dijilatnya batang aku dengan ganasnya..aku pulak rasa tak tahan. Tapi tak le sampai terpancut sebab aku boleh control lagi. Aku tarik keluar batang aku dari mulut Datin dan masuk kan pulak kan pantatnya. Terkemut2 pantat dia aku kerjakan.

Ketat jugak pantat dia makan jamu kot. Aku tarik masuk batang aku kat pantat Datin sehingga dia klimax beberapa kali. Datin kata dia puas main dengan aku. Dato’ punya batang lembek katanya. Aku terus mendayung Datin. Macam2 stail aku buat. Banyak air keluar dari pantat dia habis basah batang aku. Bunyi batang aku masuk keluar kuat kedengaran cup.. Cupp.. Cuppp.. Setelah sejam aku kerja kan Datin baru terasa nak terpancut. Aku tanya kat Datin nak pancut mana. Dia kata suka hati aku lah. Aku pun apalagi terus pancut kat dalam rahim dia. Terkemut lagi pantat dia. Biasa lah bila dah pancut tu batang aku pun kurang tegang lagi. Aku nak cabut tapi Datin tarik pinggang aku peluk kuat2 tak kasi cabut. Lama gak batang aku kat dalam pantat dia.

Bila Datin dah agak reda baru lah dia lepas kan batang aku. Tapi dia tak lepas terus, malah dia masukkan pulak batang aku kat mulut dia. Dia jilat dan kulum batang aku lagi dengan ganasnya. Sekali lagi aku terpancut kali ni kat dalam mulut Datin pulak. Lepas tu kita orang pun tertidor. Kepenatan.

Esoknya kita orang sambung lagi ..buat sepuas2nya sebelum Dato’ balik… Sehingga sekarang bila Dato’ tak ada je kita orang on….heheee

 

 

My Boss

Lepas SPM aku pun buat kerja part-time di buah syarikat sementara nak tunggu result keluar. Di pejabat tu lebih ramai perempuan dari lelaki. Boss aku perempuan dan berumur lewat 20-an. Namanya Susan Tan dan sudah berkahwin tapi belum ada anak lagi. Dia ni memang cun dan bodynya memang menarik tambah-tambah lagi dia suka pakai yang sexy-sexy. Aku selalu mengintai pehanya bila dia pakai mini-skirt dan buah dadanya yang selalu terdedah bila dia sedang tunduk.

Satu hari aku disuruh menghantar fail kerumah Susan yang sedang bercuti. Aku pun pergilah naik teksi kerumah Susan yang terletak di kawasan ekslusif di KL. Sampai dipintu rumah Susan, aku pun tekan loceng dan pintu gatenya dibuka secara automatik. Aku pun melangkah ke dalam dengan berdebar-debar maklumlah first time ke rumah boss. Berderau darahku melihat Susan yang menungguku di pintu. Dia hanya berseluar pendek yang amat pendek dan bersinglet. Terserlah susuk tubuhnya yang menggiurkan dan putih melepak itu. Batang ku dah mula menegang. Susan tersenyum dan mempersilakan aku duduk sambil bertanya aku nak minum apa. Aku hanya meminta air sejuk sambil menelan air liur melihat buah dada Susan yang terbonjol di sebalik baju singletnya.

Susan datang dengan segelas air dan duduk disebelah ku. Aku merasa gementar dan naik stim sebab bau perfume Susan yang sungguh menggoda. Susan berbual mesra denganku hingga aku rasa comfortable. Dia bertanya latarbelakangku dan tanya samada aku dah ada girlfriend. Aku kata aku masih solo tapi Susan mengusik takkan lelaki handsome macam aku tak ada girlfriend. Aku kata aku memang nak ada gf tapi tak ada yang sangkut. Dia tanya orang macamana yang aku berkenan. Aku pun secara bergurau mengatakan aku nak orang yang macam dia. Susan terperanjat tapi tersenyum lebar. Dia bertanya kenapa. Aku pun bodeklah kata sebab dia bijak, cantik, menarik dan sexy. Bertambah lebar senyum Susan dan dia mencubit manja pehaku.

Bertambah tegang batangku merasa sentuhan Susan. Untuk tunjuk baik, aku pun minta diri untuk pulang ke pejabat sebab dah lama di situ. Susan kata jangan risau sebab dia boss so tak ada yang nak marah. Aku pun senyum aja dan rasa lain macam pula. Susan tiba-tiba merapatkan dirinya padaku dan tangannya mengusap-usap pehaku. Berderau darahku dan bertambah stim aku dibuatnya. Susan dengan manja bertanya samada aku marah kalau dia sentuh aku. Aku kata aku tak kisah. Susan kata dia minat kat aku walaupun aku masih muda dan nak bermesra dengan aku sebab dia tak puas dengan suaminya yang sibuk dan jarang ada dirumah. Aku hanya tersenyum dan memberanikan diri memegang tangan Susan.

Susan mencium pipiku dan kemudian kami French kiss. Aku kata aku tak pandai dan tak pernah beromen. Tapi Susan kata dia akan ajar aku segalanya. Susan menciumku dan membuka zip seluarku. Dia menarik keluar batangku yang tegang sepanjang 7 inci itu. Susan memuji batangku yang besar dan nampak lagi hebat dari kepunyaan suaminya. Aku pun memberanikan diri meramas-ramas buah dada Susan yang boleh tahan besar tu. Susan merengek-rengek keghairahan bila terkena ramasan ku. Susan menanggalkan seluar dan seluar dalamku sekali. Dia terus menghisap batangku dan memberiku blowjob. Tak sampai 2 minit aku dah terpancut.

Penuh mulut Susan dengan air mani dan dia menjilat-jilat batangku hingga bersih. Nikmat kena blowjob memang tak terkata tambah-tambah lagi first time. Lebih enak dari masturbation. Susan tersenyum dan mengajak aku kebilik tidurnya di atas. Sampai di bilik tidur, kami bercemolot lagi dan Susan menyuruh aku menanggalkan pakaiannya satu persatu. Menggigil tanganku kerana first time membogelkan perempuan dan tengok tubuh badan perempuan tanpa seurat benang secara live. Body Susan memang cantik dengan bulu jembutnya bercukur cantik. Kami berbaring di atas katil dan aku mula memainkan peranan macamana aku tengok dalam blue film. Mula-mula aku attack tengkok Susan dan kemudian buah dadanya yang besar itu. Putingnya aku hisap dengan rakus dan tindakanku membuatkan Susan meraung kenikmatan.

Sambil tu tangan ku mula menjelajah kepeha Susan dan akhirnya singgah di celah peha Susan. Pantat Susan tembam dan sudah mula lencun. Aku pun menggosok-gosok alur pantat Susan yang kemerahan itu. Susan menyuruh aku menjilat pantatnya dan aku pun menurut saja. Bau pantat memang semacam tapi aku suka. Aku jilat pantat Susan dan tanganku memainkan kelentitnya yang tersembul. Terangkat-angkat tubuh Susan dan rengekannya makin kuat. Tiba-tiba tubuh Susan jadi kejang dan dia melepaskan raungan yang kuat. Aku rasakan pantatnya banjir. Pasti Susan climaks.

Tangan Susan mencari Batangku yang sudah tegang kembali dan menujukan kelubang pantatnya. Perlahan-lahan batangku meneroka lurah nikmat Susan. Pantat Susan aku rasakan ketat kemutannya. Mungkin jarang digunakan. Nikmatnya tak boleh dituturkan dengan kata-kata. Aku menindih Susan dan mula menghayun makin lama makin laju. Oleh sebab aku dah keluar dan masih muda maka recovery ku amat bertenaga. Susan meraung-raung kenikmatan dan memuji-muji kehebatanku. Susan mengajar aku position doggie pula. Aku rasa Susan dah keluar banyak kali sebab pantat amat lencun sampai meleleh-leleh air.

Position doggie memang sedap sebab bertembung dengan punggung Susan yang montok. Aku dah tak dapat tahan dan terpancut dalam lubang pantat Susan. Nikmatnya hakiki dan kami terbaring keletihan dan berpeluh-peluh. Susan memujiku sebab power walaupun tak ada pengalaman. Dia kata suaminya lemah dan dia tak pernah mendapat kepuasan bila bersama suaminya.

Main Dengan Boss

Saya dan isteri saya tinggal di sebuah bandar. Kami mempunyai seorang anak dan dia tinggal di sebuah asrama. Saya sentiasa ke luar negeri. Jadi isteri saya berseorangan di rumah selepas dia kembali dari kerja.

Pada suatu hari saya menanya kepada isteri saya. “Sayang, apa you akan buat jika seorang ingin buat seks dengan you?”. Isteri saya terkejut bila saya tanya macam itu. Saya tanya lagi “Jangan takut, saya tak marah kalau you nak buat seks dengan dia”. Isteri saya diam seketika dan dia jawab “Saya akan buat seks dengan dia kalau abang tak marah”.

“Hmmm ingin juga you nak cuba dengan orang lain ye? Oklah you boleh buat seks dengan orang yang you suka tapi saya nak tengok macam mana you buat seks. Boleh tak?”, saya tanya lagi. “IIsssyyy…. abang ni. Nanti abang akan cemburu.”, isteri saya berkata. “Aalleeee.. saya takkan cemburu. Tengoklah nanti.”

Isteri saya beritahu saya bahawa dia ingin buat seks dengan bossnya. Bossnya mamak. Bossnya juga pernah beritahu isteri saya bahawa dia ingin buat seks dengan isteri saya kerana isteri saya seorang yang jelita dengan potongan badan 34 30 32. Buah dada isteri saya yang besar memang memikat ramai orang.

Pada suatu hari boss isteri saya menelefon isteri saya dan berbual. Tiba-tiba bossnya berkata bahawa dia nak datang ke rumah saya. Kebetulan pada masa itu saya berada di rumah. Isteri saya beritahu saya bahawa bossnya nak datang ke rumah saya dalam masa setengah jam. Saya dah agak bahawa inilah masa yang saya tunggu-tunggu. Saya segera sorok di sebuah bilik dimana saya dapat lihat dengan jelas apa yang mereka buat. Isteri saya memakai baju malam merah jambu yang sangat seksi. Ia membuatkan batang saya keras dan tegang.

Bossnya datang ke rumah selepas setengah jam. Walaupun bossnya tidak cerah tapi handsome juga. Bossnya duduk dan berbual dengan isteri saya. Semasa berbual bossnya asyik lihat buah dada isteri saya. Masa itu isteri saya tidak memakai apa-apa selain baju malam. Baju malam itu pula benangnya jarang. Isteri saya tau bahawa bossnya asyik pandang buah dadanya. Isteri saya memegang kedua-dua tangan bossnya dan meletakkannya di atas kedua-dua buah dadanya. Bossnya pula syok dan mulalah meramas-ramas payu dara isteri ku sambil mencium mulutnya. Kejadian itu membuatkan batang saya keras lagi. Saya segera membuka semua baju dan seluar dan berbogel sambil mengurut batang saya.

Mereka berciuman lebih kurang 10 minit. Kemudian isteri saya membawa bossnya ke bilik tidur. Saya juga pindah ke tempat lain dimana saya dapat lihat dengan jelas apa yang mereka buat. Isteri saya membuka butang baju bossnya satu persatu dengan perlahan-lahan. Kemudian dia cium badan bossnya sambil turun kebawah. Tangan isteri saya mula membuka seluar bossnya. Kemudian dia cium dan gigit dengan manja batang bossnya. Pelahan-lahan tangannya menurunkan spender boss. Wow…. Batangnya sangat panjang. Lebih kurang 10 inci. Saya tak pernah lihat batang yang sebesar itu walaupun dalam gambar blue. Mungkin sebab itulah isteri saya nak buat seks dengan dia. Isteri saya mula menjilat hujung zakar bossnya. Kemudian pelahan-lahan dia mengulum zakar boss itu.

Isteri saya cuba masukkan seluruh zakar ke dalam mulutnya. Ternyata tak boleh. Tapi dia cuba masukkan juga. Kemudian sampailah giliran bossnya. Bossnya menidurkan isteri saya di atas katil. Dia mula beri frence kiss. Kemudian dia pelahan-lahan cium leher. Bossnya mula membuka baju tidur isteri saya. Dia mulalah menghisap tetek isteri saya seperti seorang bayi kehausan. Dan tangan satu lagi meramas-ramas tetek yang lain. Isteri saya menekan kepala boss ke arah teteknya sambil mengerang. Matanya terpejam kerana terasa nikmat dengan berbuatan bossnya. Selepas minum susu dengan tetek kanan dia mula pindah ke tetek kiri dan mula menghisap susu. Mungkin bossnya sangat dahaga. Dalam hati saya fikir bahawa kalau dia buat macam tu nanti saya tak dapat walaupun satu titik susu. “Hey simpanlah untuk saya sikit”, hati saya berkata.

Selepas agak lama dia menghisap tetek isteri saya, dia turun dan menjilat puki isteri saya. “uuuhhhh…. uuuuhhhhh….. uuhhhhh”, isteri saya mengerang kenikmatan. Bossnya cuba masukkan lidahnya ke dalam lubang puki isteri saya sambil menyentuh gulinya. Isteri saya sangat seronok agaknya. Kangkangan isteri saya semakin besar. Dia menekan kepala bossnya kearah lubang puki.

Sebentar lagi lubang puki isteri saya akan dimasuki batang seorang mamak yang panjang. Bossnya bangun dan gosok batangnya dengan cecair puki. Pelahan-lahan dia masukkan batangnya. “uuuhhhhhh… uuuuuhhhhh… uuuuhhhhh…” kerangan isteri saya semakin jelas didengar. Kemudian mulalah permainan sorong tarik. Isteri saya turut bergerak mengikut ragam bossnya. Buah dada isteri saya yang bergerak keatas dan kebawah sungguh mengasyikkan. Lama kelamaan permainan sorong tarik semakin laju. Walaupun lama dia main, keseluruh batang bossnya tidak dapat masuk ke dalam lubang puki mungkin kerana ia mengentuh dan terhalang oleh dinding dalam puki.

Selepas agak lama bermain sorong tarik dia mencabut batangnya daripada lubang puki dan masukkan batangnya ke dalam mulut isteri saya. Isteri saya cepat menerimanya dan mengulum. Selepas beberapa saat, air mani pancut dengan kencang ke dalam mulut isteri saya. Cecair putih itu tertumpah juga daripada mulut isteri saya.

Selepas rehat beberapa minit bossnya mandi dan balik mana kala isteri saya masih baring di atas katil. Saya segera masuk dan tanya macam mana pengalaman seks tadi. “Bang… nilah pengalaman seks yang sangat soronok yang saya tak dapat sejak saya khawin. Bang… boleh saya buat dengan dia lagi?”, isteri saya berkata. Saya rasa begang pada masa itu kerana isteri saya menyindir saya macam tu. Semua itu memanglah salah saya kerana membenarkan isteri saya buat seks dengan orang lain. “Bang…. boleh tak bang?”, isteri saya tanya lagi. Saya tak boleh buat apa-apa dan terus setuju dengannya.

Epilog Curang Seorang Isteri

Usiaku 24 tahun ketika aku mendirikan rumahtangga dengan kekasihku, Sohaimi. Kini kami berusia 28tahun. Kami berdua adalah graduan sebuah IPTA. Kini aku bertugas sebagai seorang Pegawai Tadbir disebuah jabatan kerajaan manakala suamiku pula bertugas sebagai seorang eksekutif pengeluaran di sebuah kilang ternama.

Namaku Shamirah. Berkulit cerah, berkaca mata dan memakai tudung kepala. Berambut ikal dan bentuk tubuhku solid juga. Iras dan tinggi macam graduan AF1, Rosmah. Pakaian yang ku minati, Baju Kurung, Kebaya, Kebarung dan Jubah.

Bila di rumah aku lebih suka memakai samada kain batik dan t-shirt, blaus sutera dengan slack atau jeans, gaun hingga ke paras betis dan Baju Kurung Kedah. Malah suamiku sendiri pernah berkata ‘seksi & bergetah’. Aku bangga dengan pujian suamiku itu. Hobiku berkhemah. Perwatakanku sedikit pemalu.

Suamiku sebaya denganku. Kami belum mempunyai anak. Perkahwinan dan rumahtangga kami aman bahagia sehingga kini tapi….

Satu hari suamiku telah ditimpa kemalangan jalanraya. Dalam perjalanan balik ke rumah dengan Wiranya, suamiku yang memandu telah terbabas. Kenderaannya terbalik. Kecederaan yang dialami suamiku parah, malah sebaik saja sembuh butuh suamiku tidak boleh berfungsi…!!

Suamiku tidak mampu melakukan penetration masa bersetubuh sebab dia mati pucuk.

Walaupun nampak tidak menjejaskan apa-apa zahirnya namun kepuasan yang pernah aku nikmati dulunya tidak lagi aku kecapi sekarang ini. Mulalah suamiku berubat ke sana-sini, baik cara tradisional mahupun cara moden.

Mencuba ubat-ubatan dan terapi malah tidak sedikit wang yang telah habis, namun sia-sia belaka. Batang zakarnya tidak boleh tegang dan naik .

Aku baru mula mempelajari dan merasa nikmat persetubuhan hilang semuanya akibat kemalangan yang menimpa suamiku. Kekecewaan menusuk hatiku dan lebih menderita batinku.

Biarpun begitu aku tetap tidak menunjukkan walah-ku kepada suamiku. Kami hanya ringan-ringan sahaja bila perlu dan mahu, untuk dapat merasakan zakarnya bermukim dalam pussyku sudah tidak boleh. Takat finger fucking aja. Larat ke gitu? Gian sangat nak rasa batang dalam lubang pukiku…

Kehidupan ini ku rasakan kosong. Hari demi hari kehidupan kami berdua terasa jauh . Suamiku lebih menumpukan pada kerjayanya manakala aku pula lebih banyak termenung dan buntu dalam banyak hal. Kami sudah jarang berbual .

Masing -masing dengan hal masing-masing biarpun di atas katil. Suamiku sering sahaja buat overtime di kilang tempat dia bekerja.

Di pejabatku,aku rapat dengan Abang N, bosku. Dia pengarahku, seorang duda kematian isteri dalam 40an. Kacak dan segak orangnya. Ikut pandangan mata akulah. Rapat bukan ada apa-apa cuma kami selalu outstation bersama dalam menjalankan kerja dan tugas rasmi kami.

Sejak akhir-akhir ini aku selalu diajak outstation. Aku suka sebab sekurang-kurangnya tekanan yang ku hadapi hilang juga. Suamiku tidak kisah sangat sebab dia buat overtime. Kami menginap di Hotel Seri Malaysia di bandar kecil itu.

Selalunya aku tidak dibiarkan keseorangan kerana Abang N akan ajak aku keluar makan, jalan-jalan,borak-borak dan akhirnya kami kembali ke bilik masing-masing untuk menghadapi tugas hari esok.

Abang N terhidu dilema yang mengongkong diriku. Dia memujukku untuk bercerita. Sebagai seorang isteri, aku masih belum dapat menceritakan masalahku pada orang lain. Namun Abang N tidak putus asa, sedangkan aku pula terasa diambil berat dan diberikan perhatian. Terus terang aku perlukan seseorang untuk menjadi teman yang mampu menenangkan fikiranku.

Dalam situasi ini hanya Abang N merupakan manusia terdekat. Dia sudah dewasa dan sudah merasa asam garam kehidupan ini terlebih dulu. Ku rasa lebih senang berbicara dengan Abang N dan aku tidak berasa kekok dan malu.

Jiwaku amat tertekan. Kusembamkan muka ku ke dada Abang N dan menangis semahuku. Aku tidak sedar berapa lama aku macam tu dan berapa lama pula Abang N cuba menenangkanku.

Aku sedar aku berada dalam pelukan Abang N. Peha kami rapat dan bertemu, tangan kanannya memaut pehaku dan tangan kirinya telah disilangkan ke belakangku dan memaut pinggangku.

Inilah kali pertama dalam sejarah hidupku tubuhku dipeluk oleh orang lain selain suamiku. Tak tahu apa harus aku lakukan.Aku berdiam diri sahaja. Aku cuma berkain batik dan berbaju T yang agak sendat sedang Abang N dengan baju tidurnya. Kebetulan bilik kami ‘adjoining room’ dan Abang N berada dalam bilikku ketika itu.

Aku ingin meleraikan pelukan Abang N tapi aku berasa malu andai wajah ku ditatapinya nanti. Jadi aku terus berdiam diri. Dalam keadaan begini terasa tangan kiri Abang N mengurut- ngurut lembut belakangku. Aku semakin lemas diperlakukan sebegitu.. Tapi aku tidak menolak. Nafasku menjadi kencang.

Tangan kanan Abang N aktif bergerak, usapannya lembut turun ke lutut dan kemudian diurut naik ke atas hampir ke pinggangku. Terasa ibu jarinya dekat kawasan tundunku. Diulangingnya berulangkali. Abang N semakin berani. Dan aku sendiri hairan, walau pun tubuhku mengigil tapi segala perlakuannya kubiarkan.

Ada rasa takut, geli dan rimas. Tiba-tiba terasa daguku disentuh dan seterusnya di dongakkan ke atas. Aku memejamkan mataku Setelah kepala ku terasa didongak jauh ke atas.. Bibirku dicium dan dikucup oleh Abang N. Lidahnya membongkah mulutku. Terus aku dikucupi semahunya.

Mukaku menjadi sasaran ciuman dan jilatannya. Lidah Abang N menjilat persekitaran tengkukku. Habis batang leherku dicium dan dijilatnya. Aku geli geleman dan ghairah. Nafasku mula tidak teratur. Tanpa ku sedari tangan kanan Abang N telah menyingkap dan ku bantu membuka baju T ku itu.

Kini terserlah buah dadaku. Abang N menikmati keindahan bentuk dan kepejalan buah dadaku. Satu situasi yang tidak pernah dilakukan oleh suamiku sendiri. Abang N dengan lembut menjilat puting susuku , menghisapnya, menyonyotnya dan mengigitnya dengan manja dan sedikit rakus. Syahwat hangat menguasai diriku.

Aku mengeliat kegelian. Tangannya terus menyentuh tundunku yang kukagumi. Terus terang sedari kecil aku memiliki cipap yang tembam.. Malah bila aku baring terlentang, kebun tiga segiku itu timbul. Gebu dan teramat tembam.

Walaupun aku sudah disetubuhi oleh suamiku bibir pukiku tidak akan terbuka walau aku mengangkang seluas mana. Begitulah tembam dan gebunya tudunku.Malah suamiku juga memuji cipapku umpama “apam gelembung”.

Sesuatu yang tidak terduga olehku dan tidak pernah dibuat oleh suamiku. Abang N menciumi cipapku .Lidahnya menerokai kelentit, lurah dan lubang pussyku, sekali lagi rasa ghairah yang tidak boleh kugambarkan dengan kata-kata menjalar pada seluruh tubuhku.

Aku pernah mendengar bab oral sex tapi aku tidak pernah terduga akan dilakukan sebegini pada malam ini. Rupanya dalam diam Abang N memiliki kepakaran dan tahu teknik memuaskan wanita.

Jilatan Abang N ke atas pussyku begitu lama sehingga aku orgasm beberapakali dengan menjerit-jerit kuat kerana menikmati nikmat yang amat sangat. Aku kini membalas tiap serangan Abang N. Aku mengucup dan lidahku bermain dalam mulutnya. Sedap dan nikmat. Pintu lubang cipapku diketuk, terasa sesuatu yang keras dan besar sedang mengacah-acah.

Kote Abang N – OOOOO MY GOD.. BESAR, BERURAT, PANJANG dan KUAT … Abang N so huge.. mulutku melencitkan kata-kata itu.

Pencarian bertemu. Dapat kurasakan kepala kote Abang N ditenang pada sasarannyam lubang farajku! Bibir cipapku dikuak oleh batang Abang N. Terasa sakit, sendat rasaku akibat lubang ku sudah lebih setahun tidak dibolosi. Pukiku sudah berlendir dan batang zakar Abang N kini menujah keluar masuk dalam lubang pukiku. Satu kenikmatan yang kuinginkan.

Batang Abang N semakin jauh dan dalam menerokai farajku dan mulut pukiku cuba mengulum batang abang N yang besar dan panjang lagi keras itu. Dinding vaginaku yang digesel oleh kasarnya kulit batang Abang N membuatkan aku merasa geli dan ngilu. Memang batang butuh yang Abang N miliki jauh lebih besar, panjang dan tegang dari suamiku.

Akhirnya pangkal kemaluan kami bertaup rapat, terasa farajku dipenuhi seluruh batang Abang N. Senakkkk!!!

Abang N melakukan henjutan perlahan sehingga perlakuan sorong dan tarik menjadi semakin rancak. Pukiku dihentak dengan kuat. Aku merasakan kepala kote Abang N berdenyut dan mengembang mencecah lalu menujah g-spot cipapku. Aku kegelian yang amat sangat. Lubang pukiku berlendir dan lencun.

Aku semput nafas dan syahwatku menguasai tubuhku. Setiap kali Abang N merodok butuhnya terasa terperosok farajku ke dalam, dan bila di tariknya pula bibir puki ku mengikut keluar semuanya. Dan ketika itu aku mendapat orgasmeku.

Aku telah lupa bahawa butuh yang sedang menerokai cipap-ku adalah butuh milik bosku sendiri, Abang N. Butuh insan veteran 40an, big, long, strong and friendly – belum tentu lelaki sebaya aku atau usia 30an boleh menandingi Abang N yang veteran ni.

Batang Abang N sedang membelasah puki mudaku. Aku cuba mengemut dan kesendatan lubang pukiku agak menyukarkan kerja-kerja mengemut namun abang N mendesah dan mengerang dan menjerit kecil. Bab aku pula jangan cakaplah.

Desah, renggek, raung, jerit dan tangisku, semua bercampur baur bila Abang N terus mempompa dan menujah butuhnya dalam pukiku begitu lama. Aku merasa bibir farajku melecet, koyak dan pedih.

Yang penting sebagai seorang perempuan, aku punya nafsu, aku punya keinginan, persetubuhan bukan hak lelaki sahaja..Jadi apa salahnya aku menikmati peluang yang ada sekarang?

Peluang yang aku impi dan mahukan. Peluang yang tak perlu kucari jauh-jauh. Untuk Abang N inilah hadiahku. Sekurang- kurangnya tubuh gebuku dan cipap beraroma segarku ini dapat Abang N nikmati. Malah aku tak rasa rugi apa-apa menyerahkan puki ketatku kepadanya.

Sedar tak sedar 30 minit butuh Abang N berendam di dalam tasik farajku. Aku kagum dengan Abang N, aku mencapai multiple orgasm dan tubuhku mengejang sekejang-kejangnya beberapa kali , tapi Abang N terus gagah, malah semakin gagah dan galak butuhnya merodok pussyku. Peluh membasahi tubuh kami.

Abang N sambil mempompa terus menjilat puting dan mengucup mulutku. Lidahnya jalang menjalar di tengkok dan dadaku. Tangannya pula meramas buah dadaku.

Kepuasan fucking ini telah ku nikmati dengan beberapa kali multiple orgasm. Tubuhku digigit pegal. Aku mendapati Abang N memacu terus memainkan irama hentakannya perlahan, separuh laju dan laju dan kuat dan ganas..

Aku kini berusaha membantu Abang N untuk mencapai klimaksnya. Aku membisikkan meminta Abang N memancutkan air maninya dalam cipapku.

Sekali lagi aku terasa syahwat nikmat menujah dan pada masa yang sama nafas Abang N menghenjut laju kuat dan ganas ke pukiku. Aku menjerit melengking sambil mencakar belakang dan mengigit dada Abang N menahan klimaksku…

kali ini lebih hebat kurasakan sebab tujahan butuh Abang N mengenai g spotku bebera- pakali.Aku dapat merasakan batang Abang N kembang kuncup dalam farajku.

Abang N mengejang dan memintal-mintal.. butuhnya keras dan berdenyut. Kepala kotenya mengembang dapat kurasakan di dinding vaginaku. Dia menjerit dan aku memegang lalu menarik buntut Abang N rapat ke cipapku.

Tiba-tiba aku merasa ledakan air mani Abang N ke g-spot di lubang pussyku. Hangattt!!! Aku turut menjerit sambil mengucup keras mulut Abang N dengan nafasku yang besar dan kasar.

Abang N terus menciumiku sambil membiarkan butuhnya terus berendam di dalam farajku. Aku merasa selesa dan kagum kerana batang Abang N terus tegang walaupun dia sudah klimaks dan mengeluarkan air maninya.

Ini tidak berlaku semasa aku aktif bersetubuh dengan suamiku dulu. Biasanya selepas memancut butuh suamiku akan terus lembik.

Abang N menarik keluar batangnya lalu senyum padaku. Aku tidak memandang sebaliknya terus mencapai baju, dan kainku lalu bergegas ke bilik air.

Aku menjadi kemaruk. Aku mahu butuh Abang N senantiasa berada dalam pukiku. Selama 3 hari outstation tu, aku minta dikongkek oleh Abang N.

Kini aku menjadi ‘isteri’ kepada Abang N. Ada waktunya kami fuck dalam opisnya atau di rumahnya atau di mana sahaja kami rasa sesuai dan berpeluang. Namun tugasku sebagai isteri aku jalankan juga.

Suamiku sudah hambar tetapi aku tidak meminta cerai darinya sebab aku masih sayangkan dia.

Aku kenalah bersamanya dalam susah dan senang. Tapi aku juga bersedia susah dan senang dengan Abang N…kekasih “part time” aku

Siti Tergadai

Siti berdiri sambil merenung ke lantai. Corak karpet di kakinya yang bertumit tinggi direnung dengan fikiran yang berkecamuk.

“Macam mana Siti? You terima tawaran yang I beri?” bosnya Chong memandang Siti yang berdiri di hadapannya.

“Siti… just accept sajalah. Cuma kita bertiga saja tau mah… U jangan takut. Husband u tak kan tahu punya..” Tan yang juga pembantu bosnya turut menambah.

“Betul ke saya akan dapat apa yang you all tawarkan tadi?” tanya Siti inginkan keyakinan.

“Macam inilah Siti. Untuk bagi U lebih yakin dengan tawaran I, you ambil dulu duit ni sebagai duit kocek you. I tahu HR memang ambil masa dalam dua bulan untuk naikkan pangkat you dan juga gaji you selepas I approve. So, I myself akan top up gaji U dari duit I sendiri sampai you confirm dapat surat naik pangkat dari head office. Ambil ini..” kata Chong sambil meletakkan seikat wang kertas RM50 yang berjumlah RM1500 di atas mejanya.

Siti merenung ikatan wang di hadapannya. Dia tahu peluang ini adalah yang selama ini dinantikan. Pangkatnya naik bermaksud gajinya akan naik juga. Malah dia akan turut mendapat insentif yang lebih besar berbanding semasa menjadi kerani.

“Siti… jangan fikir lagi… kami bukan mahu buat setiap hari. Kadang-kadang saja. Kami pun ada isteri mah… Jangan risaulah Siti…” kata Chong meyakinkan anak buahnya.

Siti terdiam. Soal pahala dan dosa bermain di fikirannya. Syaitan mula membisikkan alunan merdu mendendangkan pangkat dan harta di hati naluri Siti. Dia serba salah untuk menerima tawaran dari kedua-dua bosnya.

“Siti…. Jangan bimbang… kami bukan nak buat jahat kepada Siti… Kami cuma suka saja sama you…” Chong menghampiri Siti dan mengusap bahu keraninya itu.

“Ye Siti… Kami betul-betul suka awak. Awak pekerja yang baik dan tidak banyak masalah. Awak juga cantik dan………” kata-kata Tan terhenti sejenak lalu dia menghampiri Siti.

“….dan kami betul-betul suka tengok body you yang sungguh seksi ini, “ sambung Tan sambil meraba punggung Siti yang ketat dengan skirt berwarna kelabu itu.

Tan dapat merasakan garisan seluar dalam Siti di permukaan punggung Siti yang ketat dengan skirt labuhnya. Chong juga mengambil kesempatan meraba payudara Siti yang mengkal meskipun bersaiz sederhana dari luar kemeja hitam yang dipakainya ketika itu.

Wajah Tan mendekati sisi kepala Siti dan dia menghembuskan nafasnya dengan lembut di telinga wanita itu yang terlindung oleh tudung yang masih di kepalanya. Siti bagaikan terkena renjatan elektrik yang bernafsu. Bulu romanya meremang dan naluri kewanitaannya mula terbuka menerima belaian-belaian nafsu dari kedua-dua lelaki cina hidung belang yang berahi kepadanya ketika itu.

Siti memejamkan mata dan mula pasrah terhadap apa saja yang berlaku kepadanya sekejap lagi. Melihatkan Siti bagaikan sudah merelakan dengan setiap perlakuan mereka, Chong lantas membuka butang kemeja hitam Siti satu persatu hingga baju kemeja isteri orang yang bertubuh ramping dan melentik seksi itu terlucut ke lantai. Terdedah tubuh Siti yang masih berdiri itu separuh telanjang. Hanya tudung hitam, coli dan skirt labuhnya yang ketat masih melekat di tubuhnya.

Chong membuka kancing coli Siti dan menanggalkannya terus dari tubuh staffnya itu. Terus saja dia menghisap puting payudara Siti sambil meramas yang sebelahnya lagi tanpa henti. Siti mendengus bernafsu sambil memejamkan matanya. Dirinya bagaikan berada diawangan. Rasa geli dan bernafsu memenuhi setiap penjuru syahwatnya.

Manakala Tan sudah pun menanggalkan seluarnya dan hanya tinggal berkemeja dan berstoking. Batang kulupnya sudah keras bernafsu. Kepala balaknya yang kemerahan dan berkilat kembang berkilat melepaskan diri dari belenggu kulupnya yang tidak disunat. Nafsunya kepada wanita melayu bertudung yang cantik dan seksi separuh bogel di hadapannya membuatkan dia benar-benar ingin menyetubuhi wanita itu. Lentikan punggung Siti yang berkain ketat membuatkan dia tidak dapat mengawal perasaannya lagi dan terus dia berlutut di belakang Siti dan membenamkan mukanya di punggung Siti.

Bau punggung Siti di sedutnya dengan penuh nikmat. Sebelah tangannya meramas pinggul wanita itu dan sebelah lagi menggoncang batangnya tanpa henti. Tan benar-benar ghairah. Sekian lama dia mengidamkan tubuh seksi wanita yang selalu berpakaian ketat itu dan ketika itulah dia harus melampiaskan keinginannya yang selama ini terpendam.

Chong pula mula beralih ke dada dan seterusnya mulut Siti. Dia mengucup bibir Siti dan dorongan nafsu yang semakin menguasai membuatkan wanita itu memberikan tindak balas menerima kucupan Chong. Tanpa segan silu, Chong membuka seluar bersama seluar dalamnya hingga terlucut ke lantai. Kemudian dia menarik tangan Siti agar memegang batangnya yang semakin keras memberahikan wanita melayu yang seksi di hadapannya. Siti memegang batang Chong dan melancapnya dengan perlahan-lahan.

“Emmm… Pandai you goncang penis ye Siti.. Come…goncang I punya guna mulut…” pinta Chong dan menarik tangan Siti menuju ke sofa di dalam pejabat itu.

Tan tersenyum lebar sebaik melihat Siti berlutut di atas lantai dan mula menghisap batang Chong yang sedang duduk di sofa. Dia meminta Siti menonggeng tanpa perlu berhenti menghisap batang Chong. Siti melakukan seperti yang disuruh. Meleleh air liur Tan melihat punggung bulat Siti yang sendat dengan skirt kelabu yang ketat itu. Terus sahaja dia menyelak skirt Siti dan melorotkan seluar dalam Siti hingga terlucut ke lutut. Menelan air liur Tan melihat pemandangan yang mengghairahkan itu.

Belahan punggung Siti yang montok dilihatnya memiliki kulit yang halus dan mulus. Dia membuka belahan daging punggung wanita itu dan menjilatnya dari belahan kemaluan Siti hingga naik ke lubang duburnya. Tubuh Siti sedikit menggeliat sebaik lidah Tan bagaikan menggelitik lubang duburnya. Kegelian bercampur keberahian. Siti mula dimasuki nafsu dan semakin melentikkan punggungnya agar lelaki cina yang sedang menjilat di punggungnya itu mendapat lebih pameran lucah yang memberahikan. Batang Chong yang sedang di hisapnya itu dirasa semakin kuat kerasnya. Dia memandang Chong dan kelihatan lelaki cina yang sedang duduk di atas sofa itu sedang menghayati bentuk tubuhnya yang melentik seksi.

Chong ghairah benar melihat rakannya sibuk ‘bekerja’ di punggung Siti yang melentik. Tubuh Siti yang slim itu sungguh seksi sekali dan mengghairahkan. Kepala Siti yang bertudung dilihatnya turun naik menikmati batang kerasnya yang tidak bersunat. Dia melihat wajah Siti yang sedang menghisap batangnya, begitu memberahikan sekali melihat seorang wanita melayu yang cantik sedang mengolom batangnya.

Nafsu yang terdorong oleh keinginan untuk mendapat pangkat dan kemewahan telah membutakan deria bau Siti terhadap bau bacin yang terbit dari kulup batang tidak bersunat yang sedang di hisapnya. Bau air liurnya sendiri akhirnya yang menutup bau bacin dari batang cina yang berahi itu. Siti sendiri semakin ghairah apabila kemaluan dan lubang duburnya tidak henti ‘dicuci’ bersih oleh Tan di belakangnya.

Tan pula sudah penat lidahnya menjilat. Lalu dia berlutut di belakang Siti dan merapatkan tubuhnya hingga batangnya mengenai belahan punggung wanita itu. Dia meletakkan batangnya di kelengkang Siti dan menyorong tarik di belahan kemaluan Siti yang tembam. Sedikit demi sedikit batang kerasnya dapat merasakan laluan masuk yang semakin licin dengan cairan keberahian Siti. Terus sahaja Tan menekan batangnya hingga akhirnya terjerumus masuk ke dalam lubang kemaluan Siti yang sudah pun terangsang. Melengkung tubuh Siti sebaik dia merasakan tubuhnya dimasuki batang kemaluan lelaki. Dia mengerang kecil namun tidak berapa kedengaran lantaran mulutnya dipenuhi oleh batang kemaluan Chong.

Tan terus menekan pinggang ramping Siti agar kembali melentik seperti sebelumnya. Nafsu Tan semakin tercabar melihat punggung Siti melentik seksi, Terus dia menghenyak batangnya lebih dalam dan mula berdayung menghenjut batangnya keluar masuk lubang sedap di tubuh wanita melayu yang sedang seksi menonggeng itu.

“Ohh… sedapnya lubang you Siti. What a nice hot body you have Siti….” Tan melahirkan rasa sedapnya.

“Yeah it’s so good… to see you fuck my dick inside your pretty face Siti…” Chong pula mula bersuara menyatakan sedapnya dia dikolom jelitawan melayu yang seksi itu.

Siti semakin merasai kesedapannya sewaktu di jolok Tan. Darahnya bagaikan mengalir laju menghangatkan tubuhnya hingga dia sendiri yang menghayun punggungnya agar batang Tan keluar masuk di lubang kelaminnya. Tan benar-benar nikmat. Dia berlutut tidak bergerak sambil memegang pinggul Siti yang bergerak maju mundur itu. Lentikan pinggang Siti yang ramping itu di usapnya lembut dan semakin lama dia semakin tidak tahan melihat tubuh Siti yang melentik itu.

“Shit…. You really hot Siti. You really made me cum.. Oh god.. Shit.. Shit.. Shit.. AARGHHHHH!!!!” Tan menjerit sedap sambil melepaskan air benihnya di dalam lubang kemaluan Siti yang masih bergerak menghenjut batangnya yang berdenyut kencang melepaskan benihnya.

Dapat Siti rasakan batang Tan berdenyut memuntahkan isi benih di dalam lubang kelaminnya. Dia terus menghenjut batang Tan hingga batang lelaki cina itu benar-benar lembik kehabisan peluru untuk dilepaskan.

Tan terdampar di lantai. Batangnya lembik bagaikan tubuhnya yang lemah kepenatan memerah benih mengisi tubuh wanita melayu yang seksi itu. Pertama kali dia menikmati tubuh seorang wanita melayu memberikannya persepsi yang cukup mengasyikkan dalam hubungan seks antara kaum itu. Lebih-lebih lagi wanita melayu yang dinikmati itu adalah wanita yang cantik dan selalu diberahikan. Tubuh slim Siti yang selalu berpakaian ketat itu menampilkan kelentikan tubuh wanita itu yang menggoda nafsunya saban hari.

Chong pula, semakin ghairah melihat Siti mengolom batangnya tanpa henti. Dia berasa sungguh bernafsu melihat wajah Siti yang ayu bertudung itu menghisap batangnya. Setiap inci batang keras cina itu dikolom dan dilumat manja oleh bibir mungil Siti yang bergincu merah. Kenikmatan yang dirasai membuatkan Chong pula menjadi tidak menentu. Kemuncak nafsunya membuatkan dia bertindak semakin agresif dengan memegang kepala Siti yang bertudung itu dan menghenjut kepala wanita itu turun naik mengolom batangnya.

“Ohh… god damn it… ohh… Siti… You’re so good Siti… I wanna cum Siti… I wanna cum in your fucking bitchy face.. Ohhh… Take this bitch.. Take this! BITCH!! AARGHHHHHH!!!!!!” Chong menekan kepala Siti dengan kuat hingga seluruh batangnya hilang di dalam mulut Siti.

Memancut-mancut air mani cina itu meledak kuat di dalam mulut Siti. Tiada pilihan bagi Siti. Hendak diluahkan takut termuntah. Dia terpaksa menelan benih-benih pekat yang memancut tepat di rongga tekaknya. Batang keras Chong dirasakan berdenyut kuat di lidahnya yang mengepit batang lelaki itu.

Chong menggigil keberahian dalam kenikmatannya melepaskan benih-benih zuriat di dalam mulut jelitawan melayu bertudung itu. Dia benar-benar merasakan kenikmatan yang tiada tandingnya. Bibir mungil Siti yang mengepit pangkal batangnya membuatkan dia semakin ghairah menghayati kemuncak nafsu yang membara itu.

Sebaik air mani Chong habis dilepaskan dan tekanan di kepalanya juga semakin perlahan, Siti pun menarik kepalanya mengeluarkan batang Chong yang semakin lemah dari mulutnya. Sedikit air mani kelihatan meleleh dari celah bibirnya. Chong tersenyum dalam kepenatan melihat Siti bangun mengutip coli dan kemeja hitamnya di lantai.

Mereka bertiga pun berkemas pakaian masing-masing. Chong mengambil ikatan wang di atas mejanya di diberikan kepada Siti yang sudah siap berpakaian.

“Siti… ini hadiah dari kami. Soal promotion you jangan bimbang. I sudah uruskan. You ok ke?” tanya Chong sambil melihat rakannya Tan keluar dari biliknya.

Siti mengangguk bagaikan perempuan bodoh. Dia ambil duit itu dengan wajahnya yang seakan bercelaru.

“Siti…. Apa yang berlaku antara kita bertiga, biarlah kita bertiga saja yang tahu. Don’t let other parties know about it. Jika tidak kamu juga yang malukan?” kata Chong member ingatan kepada Siti.

“And please… a special request from me… Esok… you boleh tak tolong pakai blouse merah sama skirt hitam yang biasa you pakai dengan tudung putih tu.. I teringin nak tengok you pakailah..” pinta Chong.

Siti termenung sebentar mengingati pakaian yang dimaksudkan oleh Chong. Lantas dia terbayang blouse merah yang pendek dan ketat, juga skirt hitam ketat yang pernah dipakainya beberapa minggu lalu sewaktu bertugas. Dia lantas mengangguk menandakan akur dengan permintaan bosnya itu dan keluar dari bilik Chong menuju ke mejanya untuk menyambung tugas.

Sebelum pulang, Tan telah memanggil Siti masuk ke dalam pejabatnya. Sebaik Siti masuk, dilihatnya Chong sudah sedia menanti sama. Tan meminta Siti berdiri sambil tubuhnya merapati tubuh wanita itu. Sementara Chong pula hanya duduk di kerusi melihat tubuh Siti atas dan bawah sambil tersenyum.

“We all suka dengan you Siti. You suka pakai tight clothes. We really like it ‘coz you looks so hell pretty and sexy..” kata Tan sambil mengeluarkan batangnya yang keras dari seluar.

“Yeah… if you could maintain your apparel that we like, sure you punya bonus I bagi tinggi Siti…” Chong pula menyampuk.

Siti tahu, dia telah dipergunakan oleh kedua-dua bosnya itu untuk menjadi pemuas nafsu. Nafsu bosnya benar-benar terangsang melihat tubuhnya yang gemar berpakaian ketat meskipun dia kekal bertudung yang seakan menandakan kesucian agama yang dianutinya itu. Namun demi pangkat dan harta yang dikejarnya, Siti nekad untuk membutakan matanya kepada maruahnya yang sudah tergadai itu.

Tiba-tiba dia merasakan punggungnya dihujani sesuatu. Siti menoleh dan melihat air mani Tan memancut tepat di punggungnya. Meskipun tidak sebanyak mana, ianya tetap membasahi kain skirt kelabunya yang sendat membaluti punggungnya. Siti diam berdiri membiarkan Tan menghabiskan sisa air mani dan keberahiannya kepada dirinya.

Punggung melentik Siti yang ternoda dengan air mani Tan mengundang keberahian kepada Chong pula. Chong pula memanggil Siti agar duduk di kerusi di sebelahnya. Sebaik Siti duduk, Chong meraba-raba peha Siti yang kelihatan sendat dibaluti skirt kelabu ketatnya. Nafsu Chong semakin bergelora apabila melihat punggung Siti yang duduk melentik ketika itu.

“ You know what…. God gives you a very nice hot curvy ass Siti. Look what you did to me…” kata Chong sambil menunjuk batangnya yang keras terjulur keluar dari seluarnya.

Chong meminta Siti melancapkannya sambil dia meraba peha dan punggung Siti yang duduk di kerusi di sebelahnya. Siti yang patuh itu melancapkan batang bosnya. Dia membiarkan tangan lelaki cina miang itu meraba peha dan punggungnya yang melentik seksi dibaluti skirt kelabu ketat hingga batang lelaki cina itu memancutkan air mani mengenai pehanya.

Menggigil Chong dilancap tangan Siti. Tubuh Siti yang seksi dan wajahnya yang cantik bertudung itu bagaikan satu pameran lucah yang memberahikannya. Chong ghairah menghabiskan air maninya yang diperah tangan Siti. Dia lihat peha Siti dicemari air maninya yang meninggalkan kesan basah pada kain skirt ketat Siti. Dia benar-benar puas.

“Siti… don’t forget ye.. Tomorrow wear that clothes that I said to you lately…” Chong mengingatkan Siti yang hendak keluar dari pejabat Tan.

Siti mengangguk dan membuka pintu lalu keluar dari pejabat, serta seterusnya menuju ke pintu keluar menunggu suaminya datang menjemput di tepi bangunan pejabat itu.

“Tan… you see… Is it true as what I said… She is so hot… can you feel it..” kata Chong.

“If I trust of what you said.. sure I wouldn’t waste my sperm inside my office imagining her. She’s so god damn hot. Did you see how I came in her during lunch hour?” tanya Tan.

“Yeah I can see how you really full throttle your lust during that time. Hey tomorrow her hole is mine ok.. You can take the rest..” kata Chong.

“It’s ok.. I want her ‘other’ hole.. hehehe…” kata Tan.

“Which one… her ass… oh god.. I can assure you that it’s really hot… Did she ever do in that ‘way’ we also don’t know.. so let’s you try it first and tell me how it’s feel… hahaha…” kata Chong pula.

“Sure… eh,.. you said to her that tomorrow you want her to wear something.. What is it?” Tanya tan.

“Alah…. Juz that tight red blouse with that tight black skirt… why? What did you expected pal?” tanya Chong pula.

“Huwalaweh… Nice choice la bro. I stroke my prick all day long last few weeks juz because tak boleh tahan seeing her in that clothes. So tight and her ass shaking as hell. Hey how about that Cindy.. You still stick with her?” tanya Tan.

“Yeah still.. You know what.. I bought her a tight kebaya during my vacation at Bali” kata Chong.

“Wah.. you still got that touch bro.. nice…” kata Tan.

“Nice hotak kau.. It made me came in her you know. I knocked her up. Damn. Now she wants me to marry her. Shit. I still hide this mess from my wife. Mati lor kalau dia tahu…” kata Chong.

“Well.. and it’s your prob pal.. the good thing is, we got Siti. You know what I wanna do with her tomorrow?” tanya Tan.

“Yeah I know. You want to fuck up her ass.” Kata Chong.

“Betul.. but there is something I want to do also…” kata Tan.

“What is it?” tanya Chong tidak sabar.

“I wanna piss inside her ass. Hahahahaha!!!!” kata Tan sambil tertawa terbahak-bahak.

“Wah good idea bro… I also want lor… I cum in her cunt.. then I piss on her face with that tudung still wearing on her head..Hahahahaha!!!” kata Chong pula sambil ketawa besar.

Sementara itu di sebuah rumah…

“Uuhhh.. Ini first time I rasa lelaki melayu… You banyak kuat la adik…” kata Josephine.

“Ah Jo… you pandai simpan ini adik ye… kalau you punya hubby tahu mati lor…” kata Yeoh.

“He will never know. Dia ni kan satu pejabat sama kita punya husband. Apa mau risau mah.. Hahahaha!” kata Josephine kepada rakannya Yeoh.

“Ya lor… Mesti dia tahu bila dia punya bos mahu balik.. Eh adik.. nanti bagi keluar lagi macam you bagi sama Ah Jo ye.. I tengok Ah Jo macam sedap sangat kena masuk you punya air…” kata Yeoh.

“Hey Yeoh.. You mahu pregnant kah? Hayya… Tadi dia masuk air dalam saya punya belakang lor…. bukan depan….” kata Ah Jo.

“I tak kira… Air Tan tak pernah bagi I baby.. Sekarang I mahu air you adik… buat sampai I pregnant… Kalau I pregnant you dapat satu Camry I hadiah sama you…” kata Yeoh sambil menarik tangan lelaki muda itu ke katil.

“Hayya ini orang.. Suka hatilah….” kata Josephine sambil berdiri di meja solek.

Gambar suaminya, Chong dilihat berdiri di dalam frame gambar di situ. Lantas dia menutup frame gambar tersebut dan kembali ke katil melihat rakannya disetubuhi seorang lelaki melayu yang juga staff suaminya di pejabat. Tubuh gebu rakannya yang berpunggung tonggek itu sedang disetubuhi dengan penuh perasaan. Josephine lantas turun dari katil dan keluar dari bilik menuju ke dapur, meninggalkan dua insan itu melakukan asmara sepuas hati mereka…. hingga kepuasan.

Pembantu Rumah

Saya memiliki seorang orang pembantu rumah Indonesia yang baru bernama Surinah yang saya ambil untuk menggantikan pembantu rumah lama saya yang telah tamat kontraknya. Orangnya masih muda dan berumur dalam lingkungan 29 tahun. Surinah ini dari etnik Jawa dan cantik orangnya, berkulit sawo matang dengan mempunyai bentuk badan yang lansing serta sangat rajin dan cekap melakukan kerja rumah. Sebelum datang ke Malaysia beliau pernah bekerja sebagai pembantu rumah di Singapura dan Hong Kong . Beliau telah lama berpisah dengan suaminya serta mempunyai mempunyai seorang anak lelaki yang ditinggalkan bersama orang tuanya di kampungnya di Kediri, Jawa Timur.

Saya telah menetapkan beberapa syarat kepadanya dan menyuruhnya untuk menganggap keluarga saya seperti keluarganya juga. Kehadirannya dalam rumah saya amat di senangi dan dia sanggup melakukan apa sahaja kerja. Saya terperanjat dan kagum apabila melihat dia sanggup memanjat dinding untuk membantu saya membetulkan tiang pemancar siaran televisyen. Beliau memanggil isteri saya dengan panggilan ibu serta memanggil saya bapak ketika berbicara. Isteri saya pula telah melatihnya untuk mengenakan baju kurung kedah yang di padankan dengan kain batik apabila berada di rumah. Isteri saya ini pula memiliki wajah yang cantik manis serta mempunyai lesung pipit di pipinya. Wajah nya yang berkulit kuning langsat serta ayu itu nampak solehah. Beliau adalah lulusan Ijazah Sarjana Muda dalam bidang Pengajian Islam (Bahasa Arab) dari Universiti di Syria dan kini bertugas sebagai seorang Ustazah.

Isteri saya adalah kekasih saya ketika kami masih di sekolah menengah. Kami sama-sama belajar di sekolah menengah agama di Pahang. Beliau kemudiannya berpeluang untuk meneruskan pengajiannya ke peringkat ijazah di luar negeri selepas berjaya memperolehi keputusan cemerlang didalam peperiksaan sementara saya pula memilih untuk memasuki maktab penguruan di Johor Bahru. Saya dan isteri sentiasa sibuk dengan tugas harian kami mengajar di sekolah menengah berhampiran. Kami berdua amat memerlukan seorang pembantu bagi menguruskan rumahtangga kami. Tugas Surinah hanya untuk memasak dan mengemas rumah serta menguruskan pokok-pokok bunga milik isteri saya. Anak kami yang berdua iaitu Hafiz dan Hafizah di jaga oleh Makcik Bedah.

Selama empat bulan pertama beliau bekerja dengan kami semua kerja-kerja di halaman dan di dalam rumah telah siap di bereskan. Beliau sentiasa menjaga adab dengan menggunakan bahasa yang lembut serta sopan ketika berbicara dengan saya atau dengan isteri saya. Pada peringkat awal hubungan isteri saya dengan Ratnah seperti biasa apalagi mereka sejenis. Di waktu masa lapang isteri saya selalu datang ke bilik tidurnya dan berbual-bual, menceritakan hal masing-masing. Apabila terasa penat dan sakit badan, isteri saya kerap juga mencarinya untuk minta diurutkan badan setelah mendapat tahu yang Surinah ini pandai mengurut.

Surinah ini pernah ada pengalaman bekerja di salon kecantikan Mustika Ratu ketika di Surabaya. Maklumlah setelah sehari suntuk mengajar di sekolah tentulah isteri saya berasa penat dan letih. Keseronokan dan kepuasan yang di berikan Ratnah kepada isteri saya melalui urut mengurut di seluruh badan itu, telah menyebabkan isteri saya seperti teman akrab Surinah. Dengan pengalaman yang dia ada, Surinah ini pula tidak lokek untuk mengajar isteri saya cara-cara untuk bersolek dan berdandan supaya nampak lebih anggun. Begitulah akrabnya isteri saya dengan Surinah. Isteri saya berasa cukup senang dengan kehadiran Surinah dan selalu membawanya keluar untuk bersiar-siar serta membeli belah bersama.

Pada suatu pagi saya pulang dari mengajar setelah membeli surat cuti sakit dari klinik dan mempunyai cadangan nakal untuk bermesra dengan Surinah. Setibanya saya di rumah, saya terperanjat melihat kereta Honda City VTEC hitam milik isteri saya telah berada di dalam porch kereta. Saya pelik kerana isteri saya tidak memberitahu apa-apa masaalah kepada saya semasa kami bersarapan pagi tadi. Seperti biasa isteri saya akan menghantar anak-anak kami ke rumah Makcik Bedah terlebih dahulu sebelum dia pergi mengajar di sekolah berhampiran. Hati saya berdebar-debar dan tertanya-tanya di dalam hati, kenapa isteri saya balik ke rumah secara mengejut dan saya takut kalau sesuatu hal telah terjadi ke atas anak-anak kami.

Setelah saya tergesa-gesa meletakan kereta Proton Saga FL saya agak jauh sedikit dari pintu pagar rumah, saya terus berjalan laju menuju ke rumah sambil mendial nombor telefon bimbit isteri saya, tetapi tiada jawapan. Setibanya saya di muka pintu rumah dan saya mendapati ianya berkunci. Saya berasa hairan kerana tidak kelihatan kelibat Surinah, yang biasanya akan sibuk menguruskan bunga-bunga milik isteri saya di halaman rumah kami di waktu pagi. Saya kemudiannya mengeluarkan anak kunci dari poket seluar saya untuk membuka pintu rumah. Setelah memasuki rumah, saya mendapati TV Plasma 42 inci di ruang tamu itu yang masih terpasang serta terdapat beberapa keping DVD di atas meja kabinet TV. “Subhanallah” saya terkejut apabila melihat pada sarung DVD itu yang memaparkan gambar perempuan sedang melakukan hubungan sejenis.

Saya yang mula berasa curiga itu kemudian terus menuju ke bilik tidur kami untuk mencari isteri saya, namun kelibat bayangnya pun tidak kelihatan. Lantas saya terus ke bilik tidur Surinah yang terletak di bahagian belakang rumah dengan tujuan untuk menanyakan tentang isteri saya itu. Bila saya sampai saja dekat bilik tersebut, saya terdengar bunyi suara ketawa, tetapi ketawa itu bukanlah ketawa biasa tetapi ketawa yang lain dari yang lain dan selepas itu saya mendengar suara seperti orang bersiut kepedasan. Bunyi itu berulang-ulang datang dari dalam bilik tidur Surinah. Saya mengamati benar untuk memastikannya. Saya lebih rapat ke dinding bilik lagi. Bunyi suara rintihan dan rengek-rengek seperti orang yang berada didalam keseronokan yang teramat sangat.

Saya mula mengsyaki sesuatu dan untuk lebih mempastikan lagi saya mencari lubang untuk mengintai ke dalam. Nasib saya begitu baik. Sebuah lubang telah saya temui. “Subhanallah” saya seperti tidak percaya akan apa yang saya nampak. Saya berastafaral berkali-kali. Isteri saya sedang berbogel di atas katil bersama Surinah. Surinah yang juga berbogel sedang berada di atas badan isteri saya. Mereka berdua berkucupan dan berpelukan ganas. Kedua mereka begitu hebat. Aktif dan agresif. Surinah mencium-cium dan mengomol-gomol bahagian dada isteri saya dan menjilat-jilat serta menghisap buah dada seperti yang saya selalu lakukan terhadap isteri saya.

Isteri saya mengeliat-ngeliat mengerang keseronokan. Isteri saya ketawa kegelian apabila ketiaknya telah menjadi sasaran hidung Surinah. Di ciumnya ketiak isteri saya kiri dan kanan. Saya seperti terpegun melihat kejadian itu. Tidak terlintas di fikiran saya bahawa isteri saya akan berlaku demikian. Saya terus mengintai kerana mahu tahu kesudahannya. Surinah sudah melolot ke bawah. Muka nya di sembamkan ke bahagian sulit isteri saya yang berbulu hitam lebat itu sambil menjilat-jilat liang kewanitaan isteri saya dan menciuminya dengan bernafsu sekali dan rakus. Tubuh isteri saya mengeliat seperti cacing yang kepanasan.

Emm…Ouw…Aah…aa…aaa…E..nak…….sekaliiii…Biiik……Isteri saya menjerit senang bercampur merengek. Sesekali punggung isteri saya terangkat ke atas. Saya terus memerhatikan babak demi babak dengan batang zakar saya yang tegang mengeras. Beberapa ketika kemudian Surinah merangkul isteri saya lebih erat kepadanya, jari–jari Surinah sudah berada di dalam rongga sulit isteri saya dan jari itu di mainkan seperti senjata lelaki. Keadaan itu lama berlaku dan akhirnya saya lihat isteri saya terkulai dalam pelukan Surinah. Saya masih terpegun melihatkan kejadian itu. Fikiran saya merewang-rewang tidak menentu. “Dia lesbian rupanya” itu yang terkeluar dari mulut saya.

Saya merenung kembali ke dalam bilik. Kedua-dua mereka sudah terlentang di atas katil. Mereka tercungap-cungap. Saya melihat jam tangan saya untuk memastikan berapa lama saya berdiri di situ. Tidak saya sedari yang saya sudah berdiri di situ hampir satu jam setengah, dan dalam tempoh itulah lamanya isteri saya dan Surinah berada di atas katil. Setelah habis melancap dan mengenakan kembali zip seluar, saya terus keluar dari situ dan berpura-pura baru sampai kerumah. Saya pun sengaja buat-buat batuk sambil mengetuk berkali-kali pintu rumah dengan agak kuat. Agak lama barulah pintu bilik tidur Surinah itu di buka. Isteri saya keluar dengan hanya memakai kain batik berkemban dengan tuala mandi menutup dadanya, lalu dia membuka pintu rumah.

Saya menerpa masuk sambil menghisap rokok dalam- dalam dan duduk di kerusi. “Eh..abang tak kerja ke hari ini” tanya nya hairan. “Tak, abang tengok drama hangat tadi. Babak atas ranjang. Huh, hebat betul lakonan you” jawab saya sambil merenung tajam ke arahnya. Isteri saya tidak berkata sepatah pun.Saya tengok isteri saya tunduk dengan rasa amat malu sekali. Lepas itu dia pun duduk di kerusi panjang, seolah-olah menunggu saya bercakap. Dia tidak berani memandang saya tepat-tepat. Surinah juga duduk di sebelah isteri saya tunduk sambil membetulkan baju kurung kedah nya.
“ Sekarang aku dah nampak dengan mata aku sendiri, dan korang berdua tak usah lagi nak berbohong dengan aku lagi!”

“ Hah kalau dah tahu bapak nak bikin apa? Surinah yang tiba-tiba dengan berani menjawab
“Nak buat apa engkau tanya?”
Tentulah saya nak selesaikan pekara ini, mengapa engkau telah memperkosa isteriku ! “ saya bertanya kepada Surinah dengan bersuara mula tinggi.
“ Saya bukan lelaki pak, saya perempuan tau tak?” Jadi macam mana bapak nak bilang saya memperkosa ibu ?”
Betul jugak kata Surinah itu, macam mana saya nak menuduh dia memperkosa isteriku kerana dia pun perempuan. Ah.. naik bingung saya di buatnya.
“Bapak ingat tak syarat semasa saya mula-mula datang bekerja dahulu? Surinah berkata dengan yakin.

“Aku ingat,syaratnya aku benarkan engkau berkawan dengan ibu dan kami tidak menganggap kau sebagai pembantu rumah.”
“Hubungan sahabat yang macam inilah yang saya maksudkan,bapak faham tak?
Sekali lagi saya terasa macam kena petir. Saya tak tahu pulak hubungan yang dia maksudkan oleh Surinah ialah hubungan yang macam ini. Hilang punca saya di buatnya.
Saya pun membuat keputusan kepada isteri saya supaya membuat pilihan, samada dia nak memilih saya atau Surinah?

Astasghfirulah hal azim! Isteri saya boleh memilih Surinah. Beliau mengakui kepada saya tentang hubungannya dengan Surinah yang telah lama berlangsung tanpa saya ketahui. Saya cuba bangun untuk menamparnya, tetapi gagal. Yang terdaya saya melakukan ialah memarahinya. Saya kesal kerana isteri saya sebagai seorang Ustazah yang tentu nya dia tahu akan hukum halal dan haram, sunnat dan fardhu serta sedar akan apa yang disuruh dan ditegah telah lupa diri serta turut sama hanyut ke lembah lesbian bersama Surinah.

Ketika itu saya terbayang betapa meriahnya majlis perkahwinan kami berdua. Apakah majlis perkahwinan yang di restui oleh semua keluarga itu akan terjadi begini.? Mana aku nak letak muka? Aduh malu! Malu! Mengenangkan hidup yang begini, saya pun berfikir. Saya mesti mencari jalan keluar. Saya berusaha mengawal kemarahan sebab saya takut jiran dengar dan orang lain tahu. Saya tak mahu gempar dan menjadikan bahan cerita. Terus terang, saya katakan, bahawa cinta saya masih luar biasa terhadap isteri saya. Apa lagi anak-anak saya pasti akan merasa sangat kehilangan, jika saya menceraikan ibu mereka.Saya pasrahkan kepada tuhan semua masalah ini, lantaran saya tidak mampu mengatasinya sendiri.

Biarlah waktu yang akan mengubah sikap dan tabiat isteri saya, sehingga dia akan lebih mengerti akan tanggungjawabnya sebagai ibu rumahtangga. Okeylah oleh kerana terlalu sayang dan tidak mahu kehilangan isteri kesayangan, saya akhirnya terpaksa juga mengalah…Apa nak buat! Saya kemudiannya memberi syarat bahawa mereka berdua boleh bermain tapi harus melaporkan kepada saya dan jangan berlaku curang dengan lelaki lain. Isteri saya kembali tersenyum lega dan kemudian dia bangun serta berlalu menuju ke bilik mandi. Surinah pula telah ke dapur untuk menyediakan hidangan makanan tengah hari.

Setelah mandi dan siap berpakaian isteri saya segera mencapai beg tangan serta kunci keretanya dari atas meja soleknya. Beliau kemudian memberitahu saya untuk pergi membeli surat cuti sakit di klinik serta menjemput anak-anak kami pulang dari rumah Makcik Bedah.

Sejak dari itu, Surinah lagi tambah eksyen! Selalu saya terserempak Surinah sedang memeluk dan mencium isteri saya serta dia menyusupkan tangannya ke dalam kain batik isteri saya yang sedang menonton TV di atas sofa ketika di rumah. Saya juga pernah mengintai Surinah dengan isteri saya bermain dengan cara anjing mengawan. Surinah telah menjadi anjing jantan manakala isteri saya pula telah menjadi anjing betina. Surinah yang berbogel kelihatan melekap rapat di belakang badan isteri saya yang juga berbogel dengan kain batik kemban berlonggok di pinggangnya dalam keadaan menonggeng punggung di atas katil. Terhayun-hayun tetek isteri saya serta dia mengerangan dengan bernafsu sekali bila jari-jari Surinah sudah menjolok dengan laju ke dalam punggungnya yang masih pejal itu. Isteri saya merelakan saja perbuatan Surinah itu. Bengkak aje hati!

Pada hari sabtu malam minggu saya mengajak Surinah untuk tidur berhimpit-himpit dengan kami di atas katil bertiga. Pada mulanya isteri saya enggan tetapi setelah di pujuk oleh saya, akhirnya dia menurut sahaja.Pada tengah malam itu, saya pun bangun dan memeluk badan Surinah erat-erat. Saya sengaja buat macam itu. Tak lama kemudian isteri saya terjaga dan beliau melihat saya sedang bercumbu dengan Surinah. Tetapi dia sambung balik tidurnya. Semasa saya mengusap Surinah, saya lihat dia tenang sahaja. Bila saya menanggalkan kain batik Surinah, dia pun masih tenang aje. Wah memang sah isteri saya ni dua alam agaknya. Amfibia ! Kemudian Surinah memeluk badan saya serta tangannya meramas-ramas batang zakar saya. Nampaknya dia teransang dan akhirnya kami berdua sampai ke kemuncak. Mulai dari hari itu rumahtangga saya lagi bertambah gila. Kami sudah melakukan seks bertiga pula. Orang barat pun kalah…..

Dan kini bilik tidur itu telah menjadi bilik tidur kami bertiga. Yang saya tambah geram lagi, pernah beberapa kali saya di suruh tunggu sekejap, sebelum pintu bilik di buka. Apa lagi tentu mereka berdua tengah projek lah masa itu. Dan di dalam hati saya tertanya-tanya mengapalah isteri saya tidak hamil-hamil lagi, kerana bila kami ada anak yang ketiga nanti, isteri saya tentu akan berubah dan rumah tangga kami pun akan turut juga berubah. Hampir setahun kemudian Surinah memberitahu kami yang dia telah hamilkan anak saya. Malang sekali pada petang itu isteri saya telah memeluk Surinah dalam keadaan amat seronok. Nampaknya walaupun Surinah sudah ada anak, isteri saya tetap tidak dapat mengikiskan perhatiannya terhadap Surinah. Saya terkejut apabila isteri saya telah memberitahu kepada saya yang dia sanggup menemani Surinah pulang ke kampungnya untuk menyerahkan anak saya yang baru lahir itu kepada kedua orang tuanya untuk di jaga. Isteri saya juga sanggup menanggung segala perbelanjaan anak saya itu sehingga dia meningkat dewasa kelak.

Semasa isteri saya berada di kampung Surinah di Surabaya, dia telah berzina dengan anak lelaki Surinah ketika tiada orang di rumah pada waktu itu. Pada hari itu, Surinah di awal pagi telah pergi menyerahkan anak kecilnya kerumah ibu saudaranya yang tinggal di kampung berdekatan untuk di jaga. Kedua orang tuanya pula sibuk memetik hasil di kebun jagung mereka. Pada pagi itu isteri saya sedang meniarap di atas katil dalam keadaan berkemban kain batik sebelum pergi mandi, sambil berkhayal. Rupa-rupanya pintu bilik tidur itu tidak berkunci malah ianya terbuka luas. Anak lelaki Surinah yang berusia 12 tahun dan baru mula ada keinginan syahwat itu telah mengintai dari luar bilik segala perbuatan isteri saya itu. Seketika kemudian, isteri saya terdengar suara anak Surinah memanggil namanya.

Pantas isteri saya mengalihkan pandangan ke arah pintu bilik. Berderau darah isteri saya melihatkan anak lelaki Surinah sedang berdiri di situ. Sebatang tubuh budak lelaki mentah yang berkulit hitam sedang berbogel di situ. Isteri saya berkeadaan serba terkejut. Pantas anak lelaki Surinah bertindak untuk meraih kesempatan terhadap kebingungan isteri saya itu. Dia terus menerpa ke arah isteri saya dan tangan isteri saya segera bertindak untuk menyekat perbuatannya itu. Ternyata anak lelaki Surinah memang berhasrat untuk mencabul kehormatan isteri saya. Namun tangan anak lelaki Surinah segera memantau pergerakan isteri saya. Akhirnya terpaksalah isteri saya berbaring sebegitu saja tanpa sebarang upaya untuk mempamerkan tentangan.

Melihatkan keadaan isteri saya yang sudah pasrah, maka dia pun mula bertindak dengan rakus. Dia kemudian merentap kain batik kemban isteri saya serta melemparkanya ke atas lantai. Kini isteri saya telah berbogel di hadapan seorang budak lelaki berusia 12 tahun. Anak lelaki Surinah tidak melepaskan peluang ini terus sahaja dia meramas-ramas buah dada serta menghidu sasaran yang terdapat pada muka isteri saya, seperti hidung, pipi, dahi, dan bibir isteri saya. Lama sungguh mulutnya melekap pada bibir isteri saya. Isteri saya menentang, tetapi setiap kali isteri saya menentang, hal itu menambah garang anak lelaki Surinah. Akhirnya isteri saya sendiri bangkit berahinya, maka setiap gerakan yang di buat adik lelaki Surinah di balas oleh isteri saya, dan dia telah lupa bahawa yang ada dekatnya itu cuma seorang budak lelaki mentah. Walaupun merasa dirinya di cabul, tapi jauh di sudut hatinya, menginginkannya.

Seluruh jiwa raga isteri saya mulai kecundang terhadap tuntutan zina yang maha terkutuk itu. Tanpa segan silu mulutnya tak putus-putus merengekkan bahasa nafsu. Hitungan dosa dan penyesalan telah dia humban jauh dari pertimbangannya. Isteri saya tidak lagi dapat menghalang perbuatan jijik itu berlaku. Dan akhirnya isteri saya melakukannya dengan penuh rela dan kini dia pula bertindak mengajar anak lelaki Surinah. Lantas isteri saya memaut anak lelaki Surinah di dalam pelukannya untuk berada di atas perutnya. Bila anak lelaki Surinah sudah berada betul-betul di atas perutnya, isteri saya mengangkangkan kakinya luas-luas untuk senang anak lelaki Surinah bertindak. Isteri saya memegang serta meramas-ramas dan memasukan zakar anak lelaki Surinah yang tidak berapa besar, sesuai dengan usianya yang baru berusia 12 tahun itu ke dalam kemaluannya yang berbulu hitam lebat itu.

Isteri saya memaut punggung anak lelaki Surinah dengan kedua belah tangannya dan kemudian menarik punggung budak mentah tersebut supaya melakukan tujahan ke dalam kemaluannya yang memberahikan itu. Kemuncak itu berakhir dengan anak lelaki Surinah telah merasa suatu kepanasan serta terlalu geli dan dia pantas mencabut zakarnya yang basah melekit dari kemaluan isteri saya. Dia jatuh tertelungkup di atas badan isteri saya dalam keadaan lesu. Kedua mereka terdampar kelesuan dengan saling berpelukan di atas katil pada pagi itu. Dan tiba-tiba kedengaran suara Surinah dan ketukan di pintu rumah. Begitu pantas sekali isteri saya menolak anak lelaki Surinah ketepi dan mengambil kainnya.

Anak lelaki Surinah mengambil jalan yang paling ringkas sekali dengan mencari jalan keluar dengan melompat keluar melalui tingkap bilik itu dengan berbogel. Sementara isteri saya pula dengan pantas mencapai kain batiknya serta terus dia berkemban. Selepas mengemas-ngemaskan rambutnya, isteri saya pun terus keluar dari bilik dan pergi membuka pintu rumah. Isteri saya menyambut Surinah dengan pelukan mesra seperti seorang isteri melayan suaminya.

Surinah pula membalasnya dengan ciuman mesra. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam bilik dan kembali berseronok, seperti yang biasa mereka lakukan. Surinah kini terbaring keletihan di atas katil. Dia tak tahu apa yang pernah berlaku di dalam bilik itu antara isteri saya dengan anaknya. Isteri saya kemudian bangun dan menyarung kembali kain batik kembannya serta berlalu pergi ke bilik air untuk mandi. Hendak menyesal pun tiada gunanya. Isteri saya masih boleh menarik nafas lega kerana memikirkan keadaan anak lelaki Surinah itu yang masih belum baligh, sudah tentu tidak akan menaburkan benihnya.

Setahun kemudian, Surinah memberitahu kami yang dia enggan pulang ke negaranya apabila tempoh kontrak kerjanya telah hampir tamat. Beliau kini telah berasa seronok untuk melakukan hubungan seks gila itu bersama saya dan isteri saya. Surinah menjadi ketagihan selepas buat kali pertama dia melakukan hubungan sejenis bersama rakannya semasa bekerja di Hong Kong. Dia kemudian telah menyebarkan wabak penyakit itu kepada isteri saya pula. Maka isteri saya dengan Surinah telah menjadi sepasang lesbian yang tidak siapa sangka. Surinah kini berhasrat untuk memohon menjadi warganegara Malaysia supaya dia dapat bernikah dengan saya.

Saya kemudiannya bernikah dengan Surinah setelah dia mendapat kerakyatan Malaysia serta mendapat keizinan daripada isteri saya. Kami kini telah hidup bahagia bertiga dan masih tetap mengamalkan seks bertiga. Isteri saya pula telah memberi didikan agama kepada Surinah dengan mengajarnya mengaji dan di masa yang sama isteri saya adalah hamba seks kepada Surinah. Isteri saya kemudiannya telah hamil dan beliau kemudian melahirkan anak baru kami.

Maka bertambahlah bilangan anggota ahli keluarga kami. Saya mula bimbang kalau-kalau hubungan seks gila ini akan memberi kesan buruk kepada kehidupan anak-anak kami yang setiap hari semakin cerdas. Saya berharap dan berdoa agar anak-anak kami bila sudah dewasa nanti tidak mengikut jejak langkah sumbang kami bertiga. Cukuplah kami bertiga saja yang telah rosak moral….

Bos Perempuan

S merupakan bos perempuan kedua, selepas ditukarkan dari ibu pejabat. Orang nya memang sangat tegas, cepat panas baran. Badannya gempal, agak chubby dan muka serious. Staff bawah dia memang kecut bila dia ada termasuk aku la. Dia boleh jerit sampai satu bangunan boleh dengar. Kerja memang kena tip top dan on time. Walaupun macam tu, dia baik hati sebenarnya. Kalau dia balik outstation, selalu lah aku dapat hadiah, paling koman pun coklat. Umur dia lebih 2 tahun lebih tua dari aku, bujang dan takde boyfriend. Dia ni memang taksub sangat dengan kerja dan sangat disiplin.

Hampir 6 bulan, pada hari jumaat 26 Mac kami sepejabat menyambut birthday dia di rumahnya. Aku sebagai seorang staff kanan, membuat persiapan yang patut – perhiasan, makan minum, cake, muzik dan sebagainya. Ramai juga tetamu yang datang termasuk orang luar yang aku tak kenal. Masa dia bagi ucapan, dia kata terhutang budi pada aku dengan segala persiapan dan perancangan, dan akan balas dengan cara dia sendiri. Aku dipanggil, dipeluk dan ciuman di pipi, disambut tepukan tetamu. Parti berjalan seperti dirancang hingga ke lewat malam.

Bila semua tetamu dah balik, aku bersama 2 staff lain last sekali yang sepatutnya kemas. Tapi S kata tak payah kemas sebab esok maid akan settle. Cuma 2 staff lagi yang tumpang aku tadi disuruh balik dulu dan dia akan hantar aku setelah kami selesai pack makanan yang terlebih yang memang banyak. Dia kata nak tukar pakaian yang lebih selesa dan aku terus membungkus apa yang patut. Bila dia kembali…… terbeliak mata aku.

Dia pakai baju tidur yang nipis, nampak semua bentuk tubuh dia termasuk bra dan seluar dalam merah dia. Aku buat tak kisah je la sebab dia bos aku. Masa kami sama sama kemas tu, selalu lah kami tersentuh dan kadang-kadang tu dia menghimpit badan aku. Aku control macho je la, takut dan malu pun ada. Dia tolong aku kemas sampai siap dan aku minta diri sebab rumah aku tak jauh sangat, menapak dalam 15 minit je. Dia cakap tak payah balik, sebab dia dah sediakan bilik tetamu untuk aku. Nak tak nak aku setuju je la, sebab bos suruh. Dia bagi aku tuala dan rob.

Selesai mandi, aku masuk bilik dan baring kepenatan. Tak sempat nak lelap mata, S masuk dan kata nak urut aku sebab dia tahu aku penat. Aku cakap tak perlu, lagi pun aku segan. Belum sempat aku bangun, tangan dia dah melekat pada peha aku. Redha je la. Sambil tu dia berceritalah kisah patah hati dengan boyfriend dia dulu, dia pernah jadi lesbian, dan dia kesunyian. Dia mintak sempena birthday dia hari ni, jangan anggap dia bos, nak suruh jadi kawan. Aku cakap la, bila bila masa je kalau dia nak borak, perlu teman, beritahu aku, aku sedia untuk teman dan jaga dia.

Terus dia suruh aku pusing terlentang dari meniarap. Dia terus mengurut di bahu dan tengkok aku yang mendekatkan lagi jarak muka dan dada kami. Memang banyak kali tersentuh bra dia pada muka aku masa dia tekan pakai siku. Wanginya S ni. Dia terus mengurut ke dada, turun ke peha depan. Batang aku memang dari tadi mengeras dengan keseksian bentuk badan dia dan urutan celah peha. Memang dia nampak la underwear aku terbonjol. Yang aku paling tak sangka……. “This is a bonus..” sambil S urut batang aku atas seluar dalam dan lepas tu dia keluarkan dan terus kulum.

Seluar dalam aku dah dilondehnya dan kuluman semakin hebat. Aku kesedapan menikmati kuluman dan lancapan bos aku sendiri. Aku mampu pejam mata je la menahan nikmat mulut kakak Swedish ni. Sampai batu aku pun dia jilat dan kulum! Aku sebenarnya nak sangat fuck dia, tapi takut nak mintak, so aku biarkan je dia blow aku. Lama jugak aku bertahan, hingga bila dia kulum laju, sambil tangan dia lancap dan satu tangan ramas batu, aku memang tak tahan. Aku pancut habis habis dalam mulut bos aku dan lepas tu dia bangun dan keluar bilik. Aku bangun ke bilik air untuk basuh batang aku, tapi aku ternampak S baring dalam bilik dia. Aik… dia telan ke air mani aku?

Keluar bilik air, aku perasan bos aku ni baring meniarap. Kesian pulak aku tengok, baru lepas puaskan aku, terus tidur. “Miss S, are you ok?”, sapa aku dimuka pintu bilik dia. Senyap tanpa balasan. Tak sedap hati, aku masuk mendekati S. “Miss S, is everything ok?”. Bos aku berpusing dan cakap, “I am so ashamed of myself, I molested you on my birthday. I was so selfish, thinking you would sleep with me. You are a muslim, and you wouldn’t do that before marriage. You are a nice guy, I am so sorry.”
“Its ok Mss S, you haven’t done nothing wrong. Thank you and I enjoyed it”, kata aku sambil baring sebelah dia.

Ini peluang aku nak pussy awek swedish ni. So aku mula lah peluk dia dan cium. Belum sempat aku cium pussy dia, dia dah bangun dan baringkan aku. Dengan selamba dia buka underwear dan merangkak atas badan aku. S mula meletakkan batang aku dimuka pussy dia yang dah basah. Dia mula tekan sedikit dan perlahan. Henjutan S semakin menenggelamkan batang aku hingga ke pangkal. Bila semua dah masuk rapat, dia berhenti seketika dan aku boleh rasa dia mengemut batang aku dan tangan dia membelai batu aku.

Bila dia tarik keluar, aku nampak lendir keputihan melekat pada pangkal batang. Dia dah syok rupanya. S menghenjut perlahan dan yang specialnya bos aku ni, bila dia tarik, dia kemut kuat. Masa dia main pada hujung batang aku lagi sedap. Henjutan dia semakin kuat dan laju. Mulut dia semakin bising berdengus. Nasib baik aku baru lepas pancut, so boleh tahan kontrol air nikmat dari cepat keluar. Tiba tiba S berhenti menghenjut, dan rebah atas badan aku. Aku dapat rasa badan dia seolah mengigil dan dalam pussy dia macam krem.

Aku baringkan dia dan aku naik atas dan mula menujah perlahan. Banjir sampai berdecet bunyi tujahan aku. Lendir putih membasahi pussy dia dan batang aku. Henjutan aku semakin laju dan mulut S semakin bising. Kaki dia dah terlipat dan menekan punggung aku. ‘Oh yes…. cum in me, yes cum in me’. Aku pun pancutlah benih Melayu ke dalam rahim awek Swedish, sambil tangan dia memeluk erat badan aku. Kedua kaki dia menekan punggung aku hingga habis saki baki air nikmat aku semaikan dalam pussy dia. Aku rebah dalam pelukan bos aku. Malam tu aku tidur bersama dia setelah 30 minit berjuang menanam benih.

Pagi tu kami dikejutkan dengan ketukan pintu maid dia yang datang awal pagi. Kelam kabut aku bangun dan masuk bilik tetamu, masa S pergi buka pintu dengan baju tidur dia. Cepat cepat aku pakai baju dan seluar, dan sepahkan katil, takut Puan M, maid tu perasan aku tidur bilik Miss S. “Oh Encik tidur di sini ke malam tadi?”, tanya Puan M. Aku pesan kat maid dia aku balik dulu, tanpa jumpa bos aku. Separuh jalan je aku menapak, kereta Miss S berhenti depan aku. Dia suruh aku naik dan nak bawa aku untuk breakfast. Aku cakap tak perlu sebab nak balik mandi. Aku setuju ke rumah dia selepas mandi, sebab dia kata dia nak breakfast bersama aku. Mulanya dia nak tunggu kat rumah aku sementara aku mandi, tapi aku risau staff lain nampak pulak.

Dengan berat hati aku pergi balik ke rumah dia dan breakfast bersama. Aku serba salah sebab malam tadi aku tidur dengan dia, dan pagi ni pulak dia jadi bos aku. Kalau dgn awek boleh bermanja manja, tapi ni bos aku….. pening! Masa breakfast tu dia cakap la yang kita kena rahsiakan apa yang berlaku. Dan dia minta anggap dia sebagai kawan bila luar dari pejabat. Aku setuju je. Lepas breakfast aku minta diri, dan dia bagi aku satu envelop. Sampai rumah baru aku bukak sampul surat tu…… ada nota ‘Thank you for everything” dan duit $500.

Pagi isnin kita ada mesyuarat staff dipengerusikan oleh CEO dan Miss S duduk sebelah kanan CEO. Biasanya aku duduk sebelah Miss S, tapi pagi tu aku duduk bertentang dengan dia. Nampak sangat dia gembira hari tu, senyum memanjang, sampaikan staff lain cakap apasal Miss S tak marah marah hari ni. Biasanya dialah selalu bambu head of dept lain. Aku senyap je la, sambil dalam hati kata dia puas dapat batang melayu tu.

Tapi sejak itu, boleh dikatakan setiap minggu aku kena puaskan nafsu bos aku ni, kadang tu hari kerja pun aku kena bermalam kat rumah dia. Mula mula tu best la, dapat fuck awek mat salleh dan dapat duit poket lagi. Tapi lama lama rasa tak bebas. Pergerakan aku betul betul kena kawal oleh dia. Aku tak boleh baik baik dengan awek lain, malam minggu tak boleh keluar dengan geng lelaki aku. Setiap perjalanan aku kena beritahu dia. Habis kerja kena interkom dia cakap nak balik dan report apa aku nak buat malam tu. Kadang tu dia minta datang ke rumah dia.

Hinggalah rahsia kami sampai ke CEO dan kami berdua dipanggil mengadap. Dia mengaku yang dia yang mulakan dan bersalah. Tak lama lepas tu dia dipindahkan ke cawangan lain dan aku bebas semula.

Main Dalam Office

Ari ni, ramai tak datang ofis, sebab ada yang cuti, ada yang keja luar…tinggal beberapa org je…aku igt nk cuti gak..tp, bos aku keje ari tu..ari ni, agak relax ckt, keje xbanyak sgt..so, maen FB je la..ari ni mendung je..so, petang ni mesti hujan…after lunch, bos aku panggil..masuk la bilik dia, then dia suruh pon explain keje aku…aku pon menulis la apa yg patot, smbil menulis tu, aku nampak dia bangun and pegi somewhere.. aku ignore jela..abes menulis, aku pon nak pegi la buat keja yang disuruh..then, dia cakap, keja tu, esok baru buat…sekarang ni, buat keje laen dulu…aku pon duduk balik..tak sempat aku duduk, dia suruh berdiri..

Aku pun berdiri je…dia pusing2 tengok aku…then, dia suruh aku duk kat kerusi dia..aku pon duduk…dia tanya aku, best tak duduk situ?aku cakap angguk je la..then, dia suruh angkat kain baju kurung aku…aku tanya, kenapa…dia senyum je, and dia terus selak sendiri…aku biar je..aku xtaw apa dia nak buat…bila selak tu, dia raba2 pussy aku…sedap, lagi2 bila panties tergesel kt biji…sambil tu, dia pndang aku smbil tersenyum…tgh sedap2 layan, dia pon cakap “dh basah ni..”

Dia pon lurutkan panties aku…and letak kaki aku atas alas tangan, so automatically, aku terkangkang…then, dia usap biji aku pelan2….“tembam, geram saya” kata bos aku lg..dalam posis dia melutut tu, dia pon sembamkan muka dia kat pussy aku…dia “french kiss” dgn pussy aku..then, aku trasa lidah dia bermain-main dekat biji aku…aaahhh…geli dan sedap….di keraskan hujung lidah dia, dan jilat biji aku selaju yg mungkin…bontot aku terangkat sedap…dia tekan biji aku dgn lidah dia…aaaah…aaaah…tbe2,aku rasa panas je..“dah klimaks dh dia..”bisik bos aku..aku hanya tersenyum…

Dia pon berdiri, and tanggalkan sluar dia, terkeluar la batang dia yg keras tu…aku pon isap la batang dia…posisi serupa mcm kt dalam gmbr bwh ni…aku jilat kepala batang dia…pastu aku masuk kan btg dia dlm mulut aku laju2…aku masukkan smpai ke tekak..dan dia pon mengerang…aaarrggghh…smbil isap, aku ramas2 telo dia…aku isap telo dia…tbe2 dia cabut btg dia dr mulut aku…

Dia tolak aku ke meja pelan2…aku pon terbaring atas meja…separuh bogel…dia menjilat pussy sekali lagi..aaaahhh…!sambil dia jilat, dia pon masukkan jari kt dlm lubang pussy aku…dia finger fuck selajunya…aku hanya mampu mengerang..sedap bos…sedap…lagi bos…sekali lagi, kaki aku kejang…klimaks lagi…dia senyum…dan berdiri…dia halakan btgnye ke lubang pussy aku, dan…aaaah…!

terasa senak, dan sedap…dia sorong tarik dengan pantas…tolak kaki aku rapat ke dada…plop!plop!plop!
Bunyi btg kt dlm lubang pussy ku yang banjir…aku makin xtahan…eeempphh!!aaaahhhh!sedapnye bos!!laju lg bos..fuck me harder…!!make me cum!!

aku klimaks…!!bos aku masih mneruskan hayunannye…aaaarrggghhhh!!!laju lg bos…sedaaaaaap!!
dan bos aku pon mengerang…arrrgghhh!!!sedapnye pussy syg…!terus dia cabut btgnye, dan masukkan ke dlm mulut aku…n dia pancut dlm mulut aku….

Zita

Aku sebenarnya mempunyai prinsip aku yang tersendiri iaitu, ‘Don’t shit where you eat’ ataupun jangan lempar pasir dalam periuk nasi sendiri. Tapi yang lebih tepat, aku tak buat hal-hal sexcapade aku di pejabat. Rata-rata staff aku semua ingatkan aku ni orangnya baik-baik, dia orang tahu yang di pejabat aku memang baik dan beretika, one of the executive department lah katakan. Tapi once aku di luar waktu pejabat, hanya ahli sexcapade aku sahaja yang tahu bagaimana aku yang sebenarnya. Prinsip aku ni terus roboh kerana Zita. Hari tu.. (tahun lepas)

Aku pun tak tahu macam mana aku boleh terlupa sampai beg bimbitku (yang mengandungi laptop, dompet dan peralatan peribadiku seperti vibrator) tertinggal di pejabat. Dah separuh jalan aku memandu, termasuk meredah traffic jam yang boleh membuatkan seseorang itu yang depress bertambah depress.

Nak tak nak, aku terpaksa berpatah balik. Silap haribulan kalau Mat Bond ada road block, tak pasal-pasal aku di saman. Jarak office yang hanya mengambil masa 15 minit menjadi hampir 1 jam lamanya dek kerana traffic jam tapi akhirnya aku sampai juga. Department aku yang berada di tingkat 1 memudahkan aku masuk ke bilikku tanpa perlu menaiki lif dan yang lebih mudah, aku ada spare key pintu belakang daripada tangga yang biasanya jadi tempat persidangan asap sedunia (tempat lepak isap rokok) staf lain yang tidak mempunyai bilik sendiri.

Hairan juga aku melihatkan pintu belakang syarikat tempat aku bekerja tu tak berkunci. Aku dah bersedia dengan penyembur lada hitam yang aku bawa dalam poket seluar setiap masa, just in case anything bad is about to happen. Dengan gaya macam pencuri (senyap-senyaplah maksudku) aku melangkah masuk ke ruang pejabat yang sudah lengang. Semua staf dah balik. Lebih menghairankan aku, bilik pejabat aku terang benderang sedangkan aku sendiri yang tutup suis lampu bilik aku tadi.
To make long story short, aku lekapkan telinga aku di pintu bilik aku.

Tapi nasib baik aku berlemah lembut semasa nak lekapkan telinga, apa taknya, pintu tu tak berkunci, tak bertutup rapat pula. Tertolak saja sikit, dah terkuak pintu tu. Naik terkeluar biji mata aku melihatkan siapa yang ada di dalam. Apa taknya! Kerani aku si Zita dengan asyiknya menggunakan vibrator aku dan menonton sesuatu at my laptop. Tak amanah betul! Dah lah selongkar beg aku, barang-barang aku plak digunakannya. Tapi bagus juga! Kurang-kurang aku tahu yang minah ni ada nafsu jugak. Masakan tidak, dialah kerani pertama yang aku jumpa memang skima habis. Protokol nak mampus. Dah tu tak berkawan plak dengan sesapa kat dalam ofis ni. Dia dengan dunia dia dan kerja dia.

Waktu tu Zita punya mata separuh terpejam tapi aku yakin dia tengah tengok sesuatu kat laptop aku tu. Hah! Dah sah. Ini mesti tengok video blue yang aku download dari internet. Dari perasaan kurang senang, aku jadi terangsang plak tengok minah ni. Apa-apa pun line kena jaga. Nanti nama aku naik, silap-silap kena buang kerja. Aku ke pintu belakang department aku, lalu mengunci pintu tersebut. Lepas tu, cepat-cepat aku ke tempat mengintip aku tadi. Kali ni aku tengok Zita mengetap bibir.

Hmm.. Boleh makan budak ni.., bisik hati aku. Apa taknya aku pun stim tengok Zita macam tu. Tak sangka exteriornya skima tapi interior dia. Fuh!! Kalau aku yang bisex ni pun stim, kalau laki tengok aku rasa Zita ni jadi kes rogol terus saat ni jugak. Kebaya Zita dah terbuka sana sini. Butangnya dah banyak yang terbuka. Cup branya sebelah dah ditarik ke atas. Tersembul tetek dia yang aku agak Cup D (besar betul, tak padan dengan tuannya, tapi biasanya tak lah tampak besar sangat bila dia pakai baju) terkeluar daripada bra. Putingnya bulat, keras sebesar tudung botol minyak cap kapak. Badannya memang putih kontras betul dengan aerolanya, agak kehitaman. Kain kebaya yang terbelah di bahagian tepi dah terselak luas. tampak jelas cipapnya yang dah basah.

Cipapnya dicukur licin dan yang paling aku syok, kelentit Zita time mengembang tu, mak aih! Besar, panjang. Macam konek baby (Korang jangan ingat, budak pun aku balun. Aku tengok nephew aku punya masa nak tolong akak aku salinkan diapers) Tak macam awek lain kelentit dia ni.

Tengah sedap aku perhatikan dia, Zita time ni dok menyorong tarik vibrator aku. Suaranya yang tadi tak dengar langsung kini dah mendesah. Matanya dah terpejam rapat. Puting teteknya yang terjojol tu dipicit-picitnya. Aku ambik kesempatan ni untuk menolak perlahan-lahan yang mungkin pintu bilik pejabat aku. Dia tak perasan pun bila aku betul-betul berada di depannya.

Cepat-cepat telefon bimbit aku keluarkan. Untung juga telefon aku ada kamera (ala company punya), terus aku rakam perbuatan dia selama mana handphone aku mampu. Tu pun tak perasan lagi yang dia sekarang ni bukan keseorangan. Lebih kurang 30 saat kemudian, dia membuka matanya. Terus kelam kabut dia betulkan kain dia tapi bukan lagi tutup tapi sebenarnya lagi terbuka. Bila Zita berdiri je semua butang baju dia terbuka.

“Err Cik Sarah.. Erm.. Saya.. Saya..” nak cakap pun dah tak betul si Zita ni. Aku buat-buat muka bengang.
“Apa yang awak buat ni?” tanya aku. Control bengang.
“Kenapa barang saya awak selongkar? Beg yang awak selongkar tu bukannya harta office! Tak amanah awak ni!” Dengar saja perkataan Amanah, Zita terus menangis.
“Minta maaf Cik Sarah.” Terketar-ketar suara dia.
“I’ll report you to our Admin. You better start find a new job right at this minute.” kataku dengan suara meninggi.

Well, aku ada hak aku untuk marah sebenarnya. Aku kan executive tapi bukanlah aku nak riak.. Gaji pun bukannya besar sangat. Ada kereta pun, kereta company. Hehehe.

“Tolonglah Cik Sarah.. I can’t afford to lose my job. I’m the breadwinner for my family. Mana kami nak tinggal nanti? Apa kami nak makan nanti..” Sempat pula panjang lebar dia minta simpati. Aku diam. Sengaja aku renung tajam-tajam mata si Zita.
“I’m.. I’m.. I’m willing to do anything as long as you give me a chance..” Dalam hati aku ketawa. Jerat dah mengena. Aku menghela nafas. (Kononnya tengah mempertimbangkan suatu keputusan)
“Anything?” tanyaku. Zita hanya mengangguk.
“Baik. Kemaskan barang-barang saya and get dress. I’ll wait for you. We’ll discuss it in my car, not here!”

Sepatutnya aku meninggalkan Zita untuk mengemaskan barang-barang aku dan membetulkan pakaiannya tapi aku tetap berdiri di situ. Aku perhatikan satu persatu apa yang Zita buat. Yang buat aku curious cara Zita mengenakan pakaian dia ni, macam tengah seduce aku. Matanya tepat merenung aku sambil dia membetulkan teteknya di dalam bra.

To make long story short (again)..
“Anything?” tanyaku sekali lagi sebaik sahaja aku dan Zita berada di dalam keretaku. Kami masih di parking lot. Zita mengangguk.
“Even sex?” tanyaku lagi. Zita mengangguk lagi.
“OK.. I want to see you playing with yourself.”
“Kat sini Cik Sarah?”
“Yes” Zita mengeluh.

Matanya meliar memandang kawasan parking lot. Perlahan-lahan Zita menyelak kain belah kebayanya. Dengan bersusah payah dia menanggalkan seluar dalamnya tanpa aku suruh. Direbahkan seat lalu dia menyandar pada pintu kereta sementara kaki kanannya dilunjurkan ke arah seat yang direbahkan. Lutut kaki kirinya disandarkan pada dashboard. Macam dah biasa buat show dalam kereta budak ni. Tak payah bagi instruction langsung. Pukinya terus ternganga, masih basah daripada sessi di dalam bilik pejabatku. Semerbak bau air gatal Zita.

Kalau tadi aku tengok dari jauh, sekarang ni cipap Zita tak sampai 3 kaki jaraknya. Kalau aku gapai pun, aku dah boleh sentuh bijik kelentit Zita. Zita mula menggentel-gentel kelentitnya. Kelentitnya makin lama makin mengembang dan membesar. Seriously, memang besar macam konek baby.
Sekejap sahaja Zita sudah mula mengerang.

“Oow.. Oow.. Ss..” Matanya terpejam rapat.
“Kenapa you selongkar beg I” tanyaku. Pergerakan Zita terhenti, matanya terbuka.
“Don’t stop!” Zita akur. Dia menyambung kembali menggentel kelentitnya.
“At (mmph) first, I nak (sst) tahu siapa punya.” kata Zita. Satu demi satu dia mengucapkannya diselang-seli dengan keluhannya.
“I found (ah.. Ah.. Ah) the vibrator, and it’s been (ah.. ah.. ) a long time since i had (oo) anything (oh.. oh.. oh,,) in me.”

Mata aku tak lepas dari memandang kelentit Zita. Kalau tak kerana aku nak tahu kisah si skima sorang ni, kat situ juga aku nyonyot konek baby si Zita ni.

“Oh.. Oh.. Oh.. Cik Sarah.. Tolong.. Sst..” Tiba-tiba je Zita macam orang histeria.
“Tolong apa?”
“Picit bijik saya..”

Wah! Ini sudah bagus. Aku tak tunggu lama. Aku tolak habis kerusi aku dan aku jatuhkan seat penyandar. Aku betul-betul menghadap Zita. Bila aku rebahkan seat bahagian aku, Zita dengan selesanya mengangkangkan kakinya untuk aku. Aku terus picit kelentit Zita yang dah keras.

“Auww!” Panjang jeritan Zita bila jari aku menyentuh dan menyepit kelentit dia.
“Sedap Sarah.. Oh yes.. Oh yes..” Matanya terpejam rapat. Punggungnya digoyang-goyang melawan picitan jari-jari aku kat kelentit dia. Bila dah sedap terus bertukar panggilan Cik untuk aku tu.. Tak kisah lah..
“Gonna cum! Gonna cum!” Zita seperti orang membaca mentera.

Berulang-ulang kali dia mengulangi kata-kata yang sama. Aku rasa kereta aku tu mesti bergoyang sakan kalau ada orang kat luar tengok.

Ganas corak permainan Zita ni. Bila aku take over kelentit dia, puting tetek dia dipicit keras-keras. Keluhan dia.. Jeritan dia.. Memang ganas.. Cermin tingkap kereta aku dah berwap jadinya. Bahang ‘panas’ Zita melawan sejuk aircond kereta aku. Bila Zita makin ganas, (dia sendiri yang menolak dan menarik punggungnya, kadang-kadang macam nak terlepas kelentit dia dari jepitan jari aku) aku jolok dua jari aku dalam-dalam kat cipap Zita.

Lencun habis dan sedikit longgar cipap dia ni.. Aku cabut semula jari aku dan aku tambah sejari lagi. Jadi 3 jari, aku pam puki lencun Zita ni. Pun longgar juga.

Aku cabut dan tak buang masa, aku pam lubang puki Zita dengan 4 jari. Time ni dia meracau. Sekejap Ah.. Sekejap sstt macam orang pedas.. Sekejap kata sedap.. Sekejap kata laju. Aku tak hiraukan apa yang dia nak kata. Tetap aku kocok jari aku selaju yang aku mampu.

Dan tak lama kemudian, aku rasa dinding-dinding cipap Zita ni mencengkam kuat jari aku, naik kebas rasanya. Mungkin 15 saat, cipap Zita ni mengemut-ngemut jari aku. Aku tak terus cabut jari aku, bagi peluang Zita lega sikit dari orgasmenya. Bila cipap dia dah tak kuat lagi mencengkam jari-jari aku, perlahan-lahan aku cabut jari-jari aku yang dah kebas tu. Melekat lendir yang agak pekat di jari-jari aku.

“Terima kasih Sarah” Zita tersenyum pada aku sambil mencapai seluar dalam yang entah bila diletakkan di atas dash board kereta. Dilapnya cipap yang basah tu dengan seluar dalamnya. Lalu dia menghulurkan padaku.
“Untuk kenangan” katanya. (Seluar dalam Zita tu aku dah hadiahkan pada Sham bila aku balik kerja hari tu).
Bila Zita dah kemaskan dirinya, aku tanya serba sedikit pasal latar belakang dia. Apa yang Zita ceritakan begini..

Zita hilang perawan sewaktu dia berumur 16 tahun. Masa tu dia sekolah asrama penuh di satu kawasan tengah Semenanjung Malaysia. Sebagai seorang freshie, bila senior menunjukkan minat, handsome pulak tu, Zita excited lalu terjerumus. Boyfriendnya seorang yang ganas dan suka menyeksa Zita sewaktu berhubung sex. Satu hari, beberapa minggu sebelum SPM, boyfriend Zita ni bagitahu nak jumpa Zita di bilik sakit (sickbay) asrama di hujung blok. Bilik tu selalu jadi tempat Zita dan boyfriendnya memuaskan nafsu.

So, dipendekkan cerita bila Zita masuk saja bilik sakit tu, bukan boyfriend Zita saja yang ada tetapi 4 orang senior lain turut berada di dalam bilik tersebut. Zita dirogol bergilir-gilir dan lebih dari 2 kali, cipapnya dijolok dengan 2 batang konek. Tapi Zita suka dan rela diperlakukan sebegitu hinggalah satu hari Zita disahkan mengandung. Jadi sekarang ni, Zita ibu tunggal yang kegersangan kerana dia takut perkara lama berulang kembali kalau dia aktif bersex.

Berbalik kepada cerita aku dan Zita, lepas jer dia cerita semuanya pada aku. Aku hantar Zita balik dan aku offer sex life yang terjamin padanya. Maksud aku, kawan-kawan aku semuanya jenis tak lepas tangan. Dengan riang Zita terima. Dan dengan happynya, Sham dan Razz membalun Zita pada keesokan harinya. Sebelum habis waktu pejabat aku dah sound si Zita yang aku nak bawa dia jumpa kawan-kawan aku. Dia diam saja, control skima la tu. Padahal konek baby dia aku dah picit dah. Hehehehe….

To make long story short, (sepanjang perjalanan ke condo Sham di Ampang, sempat lagi aku ramas-ramas tetek Zita) bila sampai kat rumah Sham, Razz dah standby bogel kat hall. Konek pun dah terpacak. Kat TV mcm biasa tentunya terpasang VCD blue. Apa taknya, awal lagi aku dah sound aku nak bawak awek horny untuk diaorang lahap sampai licin. Yang tensionnya, aku period so aku jadi penonton sajalah untuk sessi tu.

Mula-mula semuanya saling berpandangan. Tapi Razz yang tak tau malu tu terus tarik tangan Zita and arahkan dia duduk di sofa kat hall tu. Terus disuakan konek dia kat mulut Zita dan Zita plak terus kulum konek Razz sambil jari-jarinya membelai-belai telur Razz. Aku walaupun tak boleh nak join, aku tolonglah jugak.. Aku duduk di tepi Zita dan aku lepaskan kancing-kancing baju Zita, (standard la baju Zita, kebaya..)Aku selak bajunya menampakkan branya. Macam tahu jer si Zita ni, dia mengenakan bra kancing depan hari tu. So, dengan senangnya aku unhook kancing bra Zita. Sham plak aku tak tau kat mana.

Bila dah terlepas je kancing bra Zita, teteknya yang besar tu terus tersembul. Putingnya pun dah ready tegang. Aku gentel-gentel puting Zita walaupun kadang-kadang tugas aku tu terganggu daripada hentaman paha Razz kat tangan aku. Razz cabut konek dia dr mulut Zita, aku tahu Razz dah ready nak fuck si Zita ni bila tengok konek dia dah max tegang. Zita tak cakap banyak terus berdiri dan bogelkan diri dia. Muka dia dah merah padam, agaknya dah stim gila tengok konek Razz. Si Sham ni still tak tampak muka.

Bila dah bogel Zita terus duduk balik kat sofa dan kangkang kaki dia. Aku yang masih duduk kat tempat tadi terus sentuh cipap dia. Dah lencun dah! Razz melutut, koneknya ditempelkan kat cipap Zita. Disorong tarik dulu cipap Zita yang dah basah tu sebagai pemberi salam.

“Mmph” Zita mengeluh bila konek Razz menyentuh permukaan cipap dia. Razz terus benamkan konek dia dalam cipap Zita lalu mengepam cipap Zita. 2-3 kali sorong Razz cabut.
“Bangun” kata Razz. Aku pun tak tau kenapa.
Bila Zita bangun, Razz mengambil tempat Zita. Zita faham maksud Razz, lalu terus memanjat Razz. Zita sendiri yang guide konek Razz masuk dalam cipap dia. Dan dia sendiri yang melompat-lompat mengalahkan orang naik kuda. Puting tetek Zita dikulum Razz. Mulut Zita tak henti-henti mengomel.
“Ah.. Ah.. Uu..” Kalau jadi porno actress sesuai dia ni.

Time ni baru Sham keluar dari bilik tidurnya. Mukanya sedikit sembap, mungkin baru terjaga dari tidur. Dia hanya memakai boxer dengan koneknya keras terjojol keluar dari lubang boxer. Zita memandang ke arah Sham lalu segera memusingkan tubuhnya membelakangi Razz. Sham tak banyak soal terus memanjat sofa dan merodok mulut Zita yang ternganga dengan lidahnya yang terjelir-jelir. Walaupun agak payah untuk menyesuaikan keadaan untuk memudahkan dan memberi nikmat kepada ketiga-tiganya, tapi mereka tetap tidak menukar posisi.

Aku sendiri memang stim yang amat. Pedih rasanya puting tetek aku bergesel dengan bra. Aku pandang celah kangkang Zita yang terisi konek Razz. Biji kelentitnya (seperti) bergerak-gerak setiap kali Razz mengepam dari bawah. Aku memang dah tak tahan tengok bijik Zita. Terus aku melutut di celah kangkang Razz dan lidah aku terus menuju sasaran. Bila aku buat macam tu pada Zita, Zita seperti orang tercekik bunyinya.

Tak lama kemudian, Sham menyuruh aku ke tepi.
“Sandwich!” sepatah kata Razz.

(BTW, I did mention kat dia orang aku nak dia orang sandwich si Zita) Sham menyuruh aku meludah pada cipap Zita. Entah dari mana datangnya kondom aku pun tak tahu tapi masa aku sibuk membasahkan cipap Zita, si Sham ni tengah mengoyak sampul kondom. Bila dah siap berkondom seperti biasa, konek Sham menempel dulu di alur cipap Zita.

“Spread her wide..” kata Sham padaku. Aku akur, terus menguak bibir cipap Zita seluas yang mungkin.
Perlahan-lahan Sham merodok cipap Zita di sisi konek Razz. Waktu ini Zita meraung macam anjing tampak hantu. Nyaring dan panjang. Bila dah santak konek Sham, Razz mula mengepam cipap Zita dari bawah. Sham pun tak ketinggalan mula mengepam cipap Zita dari atas. Jari-jari Sham memicit-micit kedua-dua puting Zita.

“Harder! Harder!” Aku rasa tak sampai seminit Zita dah mula meraung-raung tak tentu hala.
Aku cuba gosok bijik kelentit Zita di celah-celah badannya dengan Sham. Aku berani jamin si Zita bagai nak gila menahan nikmat. Si Razz dah mula mendengus dan si Sham ni pun tak kalah mengeluh. Dengan ketiga-tiganya macam tengah berlumba lari pecut 100m mengejar garisan penamat, aku rasa korang boleh bayangkan betapa gamatnya suasana masa tu.

Sekejap kemudian, si Zita dah bising mcm petang semalam.. Chanting, “Gonna cum. Gonna cum” over and over again. Yang si Razz plak asyik sebut, “Ambik kau jalang.. Ambik” Aku assumed dia dah pancut kat dalam cipap Zita. Dan si Sham tengah sedap merodok cipap Zita tu, tiba-tiba jer terus melempang (menampar) muka Zita.

Selamba ja aku tengok muka Zita. Terjelir-jelir dia sambil mengeluh-ngeluh. Ganas betul. Aku pun tak macam tu. Ya laa, lain orang lain ragam ‘sex’nya. Beberapa saat kemudian, ketiga-tiganya terdampar kat atas sofa. Zita terkangkang luas di antara Sham dan Razz. Aku masih melutut di depan mereka. Cipap Zita merah. Lubangnya masih terkemut-kemut. Pemandangan yang cukup mengghairahkan. Why off all the days, today aku period?? Ah tension!

“Hi, you must be Zita.. I’m Sham” Dengan dada yang masih berombak, Sham tiba-tiba menghulurkan tangannya pada Zita. Aku ketawa dengan stim yang masih memuncak. Ya la aku tak boleh buat apa-apa. Period! Tension gila.

Begitulah ceritanya pertama kali Zita dibalun oleh Razz dan Sham. Lepas sessi tu pun, ada jugak Zita join aku dah kawan-kawan yang lain. Tapi entahlah, Zita mungkin ketagihan selepas lama berpuasa. Dia dipecat kerana mengadakan hubungan sex di pejabat dengan salah seorang office boy di pejabat aku. Selepas itu, aku pun tak tahu ke mana Zita pergi atau apa yang dia buat dengan hidup dia