Bagi Peluang


Namaku Dino, aku mempunyai orang tua yang kaya raya, sehingga selepas universiti aku dapat mewarisi salah satu perusahaan ayahku, apalagi aku adalah anak tunggal. Pada umur 35 tahun, aku telah menikah dengan Nani,seorang gadis idamanku yang sangat cantik.

Waktu itu umur Nani baru 25 tahun. Sebenarnya orang tuaku menentang pernikahan kami, karena dia adalah anak orang miskin. Tetapi karena aku mencintainya, akhirnya mereka terpaksa menerima. Selama 5 tahun, rumahtanggaku bahagia tetapi kami belum dikurniakan anak.

“Dino, ayah sudah tua tapi ada satu hal yang membuat ayah merasa hidup ini belum lengkap. Ayah mengharapkan seorang cucu dari kamu? Cubalah kamu buat pemeriksaan doktor, kalau memang isteri kamu mandul, ceraikan saja, kamu boleh menikah lagi satu,kan. kamu masih boleh.Ayah bagi kau 6 bulan untuk berfikir” kata ayahku.

Setelah hari itu, aku bersama isteriku pergi berjumpa doktor. Hasilnya bukan isteriku yang mandul, tetapi airmaniku agak kurang kuantiti yang dikehendaki ketika pancutan.Aku telah diberi makan beberapa jenis ubat untuk pemulihan.

Tetapi setakat ini masih belum berhasil. Aku pula merahsiakan perkara ini daripada orang tuaku. Mereka masih beranggapan isteriku pembawa dan mandul. Aku sangat mencintai isteriku.Fikiranku tertekan.

Pada suatu hari, aku bertemu Joni Hasan, teman akrabku sewaktu di U yang berketurunan Arab. Penampilannya masih belum berubah, rambut keriting, kulit hitam dan selalu memakai kaca mata.

Pertemuan itu sedikit dapat mengurangkan tekanan yang aku tanggung dalam menangani masalah yang aku hadapi.

“Wah, nasibmu memang Kurang beruntung Don, walau kamu kaya tapi kurang bahagia, aku sudah mempunyai 3 orang anak sekarang, dan yang tua sudahpun ditahun 5.” katanya.

Suatu ketika aku dan isteriku nonton VCD porno. Mana tahu ada teknik yang baru, pikirku. Ceritanya ialah tentang orang yang berhutang dan dibayar dengan tubuh isterinya. Tiba-tiba ilhamku tiba, aku ingin bantuan orang lain untuk menghamil isteriku dan yang ada dalam benakku saat itu adalah kawanku Joni. Pertamanya aku utarakan idea ini pada isteriku.

“Abang dah gila ke?” marah isteriku.

Aku tetap berusaha, hingga akhirnya aku mendapatkan satu akal dengan mempelawa Joni mengerjakan biniku. Kesannya memang setengah perkosaan.Joni bak orang mengantuk disorongkan bantal menyatakan persetujuan.

Hari itu aku menelefon Joni agar datang jam 8 malam ke rumahku dan berpura-pura mencari aku.Aku pula akan keluar rumah ketika itu kononnya ada hal dengan orang tua ku.Seterusnya aku meminta Joni menggantikan perananku sebagai suami kepada isteriku.

Jam 7 malam pada hari yang kami janjikan, setelah makan, aku telah mencampurkan obat perangsang pada air yang diminum oleh biniku. Setelah itu, aku mencumbunya dan kami siap untuk bermain cinta.

Akhirnya, setelah setengah jam pemanasan, isteriku nampak terangsang berat dan tidak dapat mengendalikan birahinya. Dari bawah kainnya, kumasukkan tanganku ke dalam celana dalamnya yang sudah sangat basah.

“Ouuhhh, teruuus bang!.” isteriku terus mengerang.Buah dadanya yang tanpa bra terasa semakin membulat di dadaku. Tanganku yang satu meramas buah dadanya.

“Aaah… enghhh… yaaahh… masukkan saja butuhmu bang!, aku dah tak tahan..ni cepatlah bang!”pinta isteriku

Lalu aku tanggalkan kainnya. Tubuh isteriku memang indah sekali, tinggi 165 cm, kulit putih melepak dan wajahnya mirip Erra Fazira. Penampilannya sangat menggairahkan, sesiapa pun pasti tidak menolak tubuh yang montok kepunyaan biniku ini.

Pada saat aku menanggalkan seluar dalamnya, tiba-tiba telefon pun berdering yang memang sudah aku agak, karena Joni akan menelefon aku bila dia sampai di depan rumahku.Aku menghentikan adegan ranjang lalu mendapatkan telefon diruang tamu.

Seketika aku menjenguk isteriku dibilik. Aku membuat alasan seolah-olah ayahku menelefon dan aku dipanggil ke rumah segera kerana hal penting. Tampak wajah yang kecewa pada wajah manis isteriku.

Sebelum kutinggalkan isteriku, aku sempat melihat isteriku bermain sendiri dengan tangannya, lalu aku keluar dan bertemu Joni di luar.

“Awak masuklah jon, aku tunggu di luar dulu.” pesanku pada Joni.Lalu Joni mengetuk pintu rumahku. Setelah itu aku nampak isteriku membukakan pintu. Isteriku keluar dengan memakai baju tidur nipis yang menampakkan bentuk badannya yang montok tanpa pakaian dalamnya.Sungguh memberahikan melihatnya.

“Aku telah berjanji nak jumpa dengan suamimu malam ni.Mana dia?” kata Joni.”Dia baru pergi ke rumah bapa. Tak tahulah pula jam berapa ia balik, biasanya cuma satu jam, ada hal penting katanya.” kata isteriku.

“Kalau gitu, boleh aku tunggu di sini saja, ya?”

“Yahh… silakan duduk! Mau minum?”

“Boleh,” kata Joni dengan matanya terus mengawasi buah dada isteriku yang naik turun dan memperlihatkan dua titik hitam menyerawang di balik baju tidur nipisnya.Setelah membuat minuman, isteriku kemudian duduk bertentangan dengan Joni disofa ruang tamu.

“Wajah Kamu kelihatan merah dan berpeluh, kamu sakit ke?” tanya Joni, walhal isteriku baru saja horny.

“Ahh, tak, tadi baru saja nani lepas bersenam.” kata isteriku berbohong.

“Nani, kamu kelihatan menarik sekali malam ni!.”

“Ahh Kamu ni jon, nak puji isteri orang!!.””Betul nani, bukan saje cantik tapi juga seksi dan dengan jujur aku terangsang melihat kamu saat ini…” kata Joni langsung pada intipati permasalahan.

“Kamu jangan macam-macam ya, nanti suamiku datang buruk padah nyee!”ugut isteriku.Joni lantas beralih tempat duduk kesebelah Nani. Nani agak menggeser duduknya.Dari balik jendela luar, aku terus mengintip dan mengawasi gerak-geri mereka.

“Nani kita ada masa satu jam, tak ada siapa-siapa di rumah ni selain kita berdua saja, boleh ke aku menikmati tubuhmu?” Joni terus merayu.

“Ingat Jon, aku isteri sahabatmu, jangan kamu lancang, aku akan berteriak !” tapi Nani kelihatan berdebar saat Joni meramas tangannya.

“Lakukan saja sayang, kamu kan belum pernah merasakan penangan butuh Arab. Kau lihat ni..!”Joni memang sudah membuka zip seluarnya dan kepala kejantanannya berusaha keluar. Isteriku sempat terpegun melihat sejenak lalu ia berpaling arah lain.

Dalam hatinya terbayang ukuran butuh joni dan paling tidak panjangnya ialah 8 inci.Dengan tidak sabar, Joni memagut bibir isteriku dan tangannya terus meramas buah dada isteriku. Isteriku berusaha meronta tetapi tenaga Joni lebih kuat.

“Tolonggg…,Jangan Jon, aku isteri yang setia.” kata isteriku.Disaat tangannya berhasil lepas, dia menampar muka Joni. Joni semakin ganas bertindak, dia lalu menarik tubuh isteriku dan di heretnya masuk ke dalam bilik tidur. Kemudian pintu ditutup dan dikunci dari dalam.

Aku pun kemudian pindah mengintip dari lubang jendela bilik. Dari luar kulihat Joni menanggalkan semua pakaiannya dan batang kemaluan hitam yang panjang dan besar itu mulai berdiri dan memang lebih panjang dari kepunyaanku.

“Sekarang kamu boleh teriak karena tidak ada yang akan dengar.”

“Tolonglah…Aku mohon, jangan Jon, pergilah!”Lalu dengan kasar, Joni menarik baju tidur isteriku dan terserlahlah buah dadanya yang kuning ranum dengan rakus diramas dan putingnya dipilin.

Nampak isteriku memejamkan mata, dia berusaha menolak tetapi rangsangan obat yang kuberikan masih mempengaruhinya.

“Ouuuhhh, jangan Jon, lepaskan aku…” erangan isteriku kelihatan berubah nada,

“Aaah, tidak…”Lalu Joni menanggalkan baju tidur isteriku ke bawah, maka kelihatan isteriku dan Joni sama-sama bogel.Tangan Joni segera merayap ke celahkangkang Nani. Ditusuknya kemaluan isteriku dengan jarinya yang sekali-kali diramas dan ditusuk-tusukkan.

“Aaahhh, ouuu, Jon,” tampak mulut isteriku terus mendesah dan merintih menikmati rangsangan yang diberikan Joni.Sekarang tidak ada perlawanan lagi, bahkan justru tangan isteriku segera menangkap batang kemaluan Joni dan diramasnya.Tanpa sedar isteriku berbisik,

“Ouuuh, Jon, puaskan aku…”Lalu Joni menghentikan aksi tangannya. Isteriku dibaringkannya diatas katil, kakinya yang berjuntai di lantai dibuka lebar, nampak liang kemaluan isteriku yang merah kecoklatan berkilat karena banyaknya cairan yang keluar.

Dengan rakus, Joni menjilat kemaluan isteriku di daerah kelantitnya. Dijilatnya terus menerus dengan penuh nafsu.

“Enghhh, yaakkk terus sayaaang, ouh, ahhh, puaskan aku,” isteriku terus merintih semakin lama rintihannya semakin keras, aku jelas mendengarnya dari luar.

“Aaahhh, Jooooon, cukup, tusuk aku dengan butuhmu sayang, pinta Nani.”Aku sendiri sudah mengocok kemaluanku. Lalu Joni segera berdiri dan meletakkan butuhnya yang hitam dan panjang itu di depan liang kemaluan isteriku, lalu ditusukkan ke bawah.

“Ouugh… pelan sayang, butuh mu besar dan panjang!”Lalu dimasukkannya lagi lebih dalam, isteriku seperti kesakitan, Joni tidak menyerah lalu ditusuknya lebih dalam dan akhirnya masuk semua.Isteriku terus merintih,

“Aaauuuh… aaahhh, ouuhhh.”Pantat isteriku ditariknya ke atas dengan tangannya di bawah punggung isteriku. Lalu ditusuknya liang surga isteriku dengan batang kejantanannya. Gerakan naik turun itu berlangsung begitu lama sekali. Aku melihat isteriku mengelinjang hebat. Belum pernah isteriku seperti itu denganku.

“Aaah… enghhh… aaah… aku mau keluar, uuuh sayang,” didekapnya punggung Joni ke bawah.Kakinya mengejang, ternyata isteriku mengalami orgasme terlebih dulu, padahal Joni belum apa-apa.

“bagaimana, kamu puas, Nani?” tanya Joni, dan isteriku hanya tersenyum.

†Aku mahu kamu menungging pula.”Joni segera mencabut burungnya yang panjang. Lalu dengan gaya nungging mereka melakukannya lagi.

“Clop… clop…” bunyi dari liang nikmat Nani yang ditikam oleh butuh besar Joni.Terlihat benda panjang hitam itu keluar masuk di tengah bongkahan pantat isteriku yang putih, aku semakin terangsang melihat pemandangan itu.

Saat butuh Joni ditarik keluar, bibir liang nikmat isteriku ikut merekah keluar. Dan begitulah sebaliknya, saat ditusuk ke dalam, bibir liang nikmat Nunik ikut merenjut ke dalam.

Irama kenikmatan tersebut diiringi oleh tangan Joni dengan terus meramas buah dada isteriku yang bergoyang-goyang. Sungguh pemandangan yang merangsang sekali.

“Ahhh, ahhh, ahhh, ouuuhh, oughh, ahhh…” isteriku terus merintih penuh rangsangan, hingga akhirnya terdengar jeritan kecilnya sambil menahan pantat Joni ke depan dengan tangannya,

“Auuuhh…”Bersamaan dengan itu, Joni juga mendesakkan kemaluannya ke depan dan ditahan, keduanya mengejang.

“Seeerrr..cret cret cret.” cairan mani Nani mengalir dengan derasnya, terasa oleh Joni bersamaan itu,

“Crott, crottt, crott…” airmani Joni juga menyembur ke dalam liang nikmat isteriku.Nampak keduanya orgasme bersama. Lalu Joni melepas kejantanannya dan memeluk isteriku.

“Jon, terimakasih yaaa, tolong rahsiakan ini yahhh!” pinta isteriku.

“Boleh , asal aku boleh minta lagi nanti?.”

“Terserah padamu, asal kamu boleh mengatur waktu dan merahsiakannya pada suamiku dan keluarganya,” kata isteriku.

Aku yang mendengar hanya tersenyum karena sandiwara yang ku buat ternyata berhasil.

Advertisements

About mrselampit

https://arkibdewasa.wordpress.com

Posted on May 13, 2015, in Kawan - Bini Kawan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: